ZAMAN REPUBLIK (Bagian VI: Agresi Militer)
Sedjak serbuan Tentara Inggris di Surabaja dan didudukinja kota Surabaja oleh Belanda, berpindahlah pemenintahan R.I. tingkat Propinsi Djawa Timur kekota Malang, bertempat digedung bekas Karesidenan sebelah Timur Kas Negeri jang sekarang sedang rusak. Berhubung dengan pemindahan itu dan djuga disertai dengan pengungsian penduduk dari kota Surabaja, maka terasa lah kesukaran2 tentang perumahan dikota Malang, sehingga antara lain terpaksa mempergunakan djuga gedung sekolahan untuk tempat pengungsian misainja gedung sekolah didjalan Panderman. Dalam pada itu untunglah kesukaran itu dapat diatasi dengan. mengurangi luasnja tempat tawanan Belanda.
Kita masih ingat adanja aksi militer pertama dari Belanda, jaitu bahwa pada tanggal 22 Djuli 1947 Tentara Belanda bergerak madju dan menjerbu daerah kota Malang. Penjerbuan ini terkenal sebagai clash pertama.
Sekalipun sendjata Tentara kita dan penduduk sangat sedikitnja dan sederhana apabila dibandingkan dengan sendjata Tentara Belanda, tetapi perlawanan sengit dilakukan.
Disinilah kita teringat akan keberanian rakjat, pemuda dan Tentara kita dalam per lawanannja terhadap Belanda seperti penjerbuan terhadap tank raksasa jang hanja dila kukan seorang di berse bambu runtjing atau granat tangan.
Teringatlah kita akan perdjoangan di zaman dahulu kala jang dilakukan oleh rakjat kota Malang terhadap Tentara Sultan Demak jang disebabkan adanja perlawanan sengit itu lalu menamakan kota ini “malang” jang berarti melintang.
Tanda2 sebelumnja aksi militer Belanda jang pertama itu didjalankan ialah adanja usaha2 Belanda memblokir keperluan hidup sehari-hari dan rakjat RI. jang biasanja kita peroleh dari luar negeri. Bahkan ternjata kemudian blokade itu lebih diperkeras untuk mengatjaukan daerah pedalaman. Walaupun sukar untuk dibuktikan tetapi benar2 terasa-lah akibat pengiriman mata2 untuk berusaha memetjah persatuan kita didaerah pedalaman antara lain rantai emas dan lain sebagainja. Djuga diadakan pengintaian dari udara oleh Belanda diatas onderneming2 dan kota2 jang telah disebar ditempat-tempat kita, sedangkan pengintaian itu sadja sebenarnja telah merupakan pelanggaran2.
Akibat2 dari pada itu antara lain kita lihat dari kekurangan kita jang sangat tentang bahan2 bagi alat2 pengangkutan jang berarti Belanda berusaha melumpuhkan lalu lintas didaerah kita dan usahanja itu mengakibatkan penderitaan bagi rakjat antara lain bahan2 makanan mendjadi seret dan dengan sendirinja menimbulkan penderitaan bagi penghidupan rakjat mengenai keperluan sehari2. Ditambah pula uang2 ketjil kita diangkut oleh Belanda kedaerah pendudukan.
Dengan tanda2 itu kita menjaksikan kemudian kenjataan penjerbuan Belanda ke daerah kita. Dalam pada itu oleh Pemenintah Pusat R.I. diberikan instruksi2 kepada Pemerintah Daerah, djuga kepada Djawatan2 Penerangan seluruh Djawa Timur untuk menimbulkan semangat perlawanan jang sebesar-besarnja dan terbukti hasilnja memuaskan. Serangan Belanda dihari-hari jang pertama ditudjukan kepada melumpuhkan lalu lintas dilingkungan daerah dengan tjara penembakan terhadap kendaraan2 bermotor terutama dari udara.
Bangkai2 kendaraan terlihat bergelimpangan disepandjang djalan mulai dari Pandaan sampai ke Smeru Selatan bahkan sampai djuga ke Blitar. Bersamaan dengan permulaan pembumi hangusan gedung penting didaerah kita sendiri sebagai siasat pertahanan negara, pemerintahan tingkat Propinsi dipindahkan ke Blitar, sedangkan pemerintahan tingkat bawahnja dipindahkan ke Malang Selatan. Dari sanalah djuga diatur pemerintahan Kotapradja Malang.
Bersamaan dengan itu pula mulai pengungsian penduduk. Pada saat pengungsian itu berdjalan, serangan Belanda terus menerus didjalankan bahkan lebih hebat lagi diselingi dengan kedjadian2 serobotan2 berbagai matjam barang dan pertempuran2 antara kita dengan mata2 musuh.
Dikala itu suasana kota tampak menjedihkan. Tanggal 31 bulan 7 tahun 1947 djam 9.30 pagi sesudah menghebatnja tembakan oleh tentara Belanda jang dilakukan mulai sekira djam 3.30 pagi dan melalui pertempuran2, masuklah Tentara Belanda kedaerah kita dan berubahlah keadaan kota Malang dari daerah jang merdeka dan bebas mendjadi kota pendudukan Belanda.


Leave a Reply