ZAMAN REPUBLIK (Bagian IV)

Mei 10th, 2007 by Pustakawan | 0

Usaha2 penting dikota Malang dikala itu antara lain dalam tahun 1945, Taman Bahagia dibuka dimana pahlawan2 Indonesia jang gugur dimedan pertempuran terutama di Surabaja dan diluar kota, dimakamkan. Dalam tahun 1946 diresmikan pembukaan Univeisiteit Indonesia jang pertama di kota Malang jang dibuka oleh Presiden sendiri. Universiteit tersebut terdiri atas fakultet2: techniek, Pertanian, Kehewanan, Ketabiban dan Hukum. Pada tanggal 17 Agustus 1946 diadakan upatjara peletakan batu pertama sambil menempatkan oorkonde dalam dasar (fundamen) diatas inana waktu itu tugu akan didirikan. Isi daripada oorkonde itu ialah didirikan. Isi daripada oorkonde 1946 diletakkan batu pertama untuk membangun tugu peringatan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Malang dengan ditandatangani oleh Saudara Dularnowo sebagai wakil Gubernur Djawa Timur, Saudara Mr. Soenarko sebagai Residen Malang dan alm. Saudara A.G. Soeroto sebagal Ketua Panitya Tugu. Pembangunan tugu itu dalam keadaan 95% selesai terpaksa dihentikan oleh karena adanja aksi militer jang pertama dari Tentara Belanda. Tugu tersebut menimbulkan kejakinan dikalangan rakjat dan meskipun rakjat berada dalam daerah pedalaman ternjata kejakinan itu lebih mendalam ialah bahwa selama tugu peringatan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 masih berdiri, semangat perdjoangan arek2 Malang tidak akan dapat dipatahkan. Djustru karena kepertjajaan ini jang telah didengar oleh fihak Belanda, maka pada tanggal 23 Desember 1948 tugu tersebut dihantjurkan oleh militer Belanda, sehingga tinggal fundasinja sadja. Batunja diangkat ketempat2 jang hingga kini sukar diketemukan.

Setelah penjerahan kedaulatan dan dikuasainja kembali kota Malang oleh Pemerintah R.I. serta mengingat akan riwajat tugu tersebut, maka pada tanggal 9 Djuni 1950 atas desakan rakjat dan Tentara, diasrama K.M.K. Malang telah dibentuk lagi Panitya baru dengan maksud membangun kembali tugu jang rusak itu. Tugu tersebut setelah dibangun kembali dinamakan kemudian Tugu Nasiona jang dibuka setjara resmi oleh Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953 bertepatan dengan saat peringatan Hari Kebangunan Nasional.

Demikian dan sekarang umum dapat menjaksikan sendiri bahwa tugu tersebut telah pulih kembali sebagai sediakala dalam keadaan jang lebih lengkap dan permai dari pada jang sudah2.

Your Ad Here

Leave a Reply