ZAMAN REPUBLIK (Bagian I)
Tahun 1945 adalah tahun permulaan revolusi di Indonesia. Tanggal 15 Agustus Djepang menjerah kalah terhadap Sarikat. Perang selesai.
Djatuh dan selesailah kekuasa Balatentara Djepang di Indonesia Rakjat Indonesia tidak menunggu lagi apa jang akan terdjadi. Pendjadjahan harus dihentikan untuk selama-lamanja.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi hari kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan. Negara Republik Indonesia didirikan. Pimpinan diserahkan kepada Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Proklamasi menggemparkan seluruh dunia dan terutama djuga menjalakan api revolusi diseluruh Indonesia. Rakjat bergerak serentak, baik jang tua maupun jang muda. Semangat pemuda menggelora. Dibawah lindungan Sang Dwi Warna bergeraklah revolusi kemerdekaan laksana bandjir jang ta’ tertahan lagi, menghantjurkan segala rintangan. Kekuasaan harus dialih, kalau perlu dirampas dari Tentara Djepang. Inisiatip rakjat bukan main hebatnja. Pertempuran2 disana sini terpaksa meletus. Maka dalam beberapa minggu sadja ke kuasaan telah dapat dipegang oleh rakjat Indonesia sendiri, terutama di Djawa/Madura dan Sumatra. Diluar Djawa dan Sumatra perebutan kekuasaan tidak kurang hebatnja. Pertempuran selandjutnja berkobar ketika Tentara Serikat (Inggris-Gurkha) mendarat di Djawa terutama karena didalam Tentara Serikat itu membontjeng anggauta Tentara dan pernerintahan Hindia Belanda jang bernama Nica. Demikian hebat semangat bangsa Indonesia dalam memperdjoangkan kemerdekaan negara. Djuga rakjat dikota Malang. Rakjat menginginkan pemerintahan jg. didjalankan oleh bangsa sendiri setjara kerakjatan dalam negara jang merdeka. Pada saat sesudah proklamasi, terlihat pada hampir semua gedung penting ditulis dengan sembojan-sembojan revolusi a.l. terlihat digedung kantor Kabupaten djalan Alun2 Kulon sembojan mana ialah: “Freedom to the Glory of any nation” dan “Indonesia for the Indonesians”. dari sembojan jang ditjoretkan oleh pemuda2 kita itu agaknja mendjadi pegangan untuk memberikan peringatan akan pentingnja persatuan hangsa dalam menegakkan pemerintahan dan membangun seterusnja.
Dalam keadaan jang demikian datanglah dikota Malang rombongan para wakil dari pemerintah Pusat untuk memberikan pendjelasan sekitar situasi pada saat itu dan untuk penjusunan K.N.I. Daerah.
Terbentuk kemudian K.N.I. Daerah dengan susunan antara lain terdiri dari Mr. Soenarko, Poeger, Imam Soedja’i dan lain2. Dalam rapatnja tanggal 21 September 1945 terlihatlah sebuah statement jang menjatakan bahwa daerah Malang mendjadi daerah Republik Indonesia dan berdiri tegak dibelakang pemerintah Republik Indonesia.
Dengan demikian tersusunlah alat2 Pemerintahan Republik Indonesia didaerah Malang djuga termasuk B.K.R. Ketika itu Residen Malang adalah Mr. Singgih dan ternjata bepergian tanpa pamit sehingga tidak seorangpun dikala itu mengetahui kemana ia pergi. Pa’ Sam ketika itu jang sedang mendjabat bupati Malang atas desakan rakjat terutama para pemuda diminta untuk mendjadi residen.
Atas desakan berkali-kali sukalah kemudian Pa’ Sam memenuhi permintaan para pemuda itu dan melakukan tindakan selaku residen Malang. Disamping itu atas kemauan rakjat dikirimkanlah telegram ke Pemerintah Pusat tentang usul pengangkatan Pa’ Sam sebagai residen Malang. Dengan demikian Pa’ Sam bersama-sama dengan Mr. Soenarko, Imam Soedja’i, Iskandar dan lain2nja melakukan tindakan pemerintahan Daerah dan djuga pengoperan sendjata dari Djepang.


Leave a Reply