Usul pemasukan semua bagian desa kedalam Kota Besar Malang, jang berarti perluasan daerah kota dilaksanakan sedjak zaman Djepang

Mei 30th, 2007 by Pustakawan | 0

Kami tidak ada tjatatan, hal jang kami sebutkan dibawah ini hanja ingatan sadja.

Dalam bulan Maret 1942 Bala Tentara Djepang menduduki Indonesia.

Pada tanggal 21 April 1942 pegawai2 Belanda ditangkapi oleh Bala Tentara Djepang dan di-interneer dan mulai itu waktu kami menjabat bupati di Malang, dan diserahi semua pekerdjaan jang tadinja dipegang oleh pegawai2 Belanda, semua kantor2 diserahkan pada kami.

Sebelumnja perang Indonesia - Djepang ketika Kota Besar melebarkan daerahnja, jaitu dengan mengambil desa2 dalam daerah Kabupaten Malang tetapi pengambilan itu ada jang hanja sebagian desa sadja, jang ini kami tidak mufakat, karena desa jang hanja diambil sebagian itu mendjadikan susahnja Kepala Desa dan rakjat desa itu.

SeteIah Djepang menguasai Indonesia maka Djepang minta pada kami, supaja Kota Besar Malang diatur lagi.

Maka diusulkan supaja daerah Kota Besar Malang diperbaiki jaitu desa2 jang hanja sebagian masuk daerah Kota Besar ditindjau lagi.

Jaitu supaja jang dimasukkan daerah Kota Besar Malang semua bagian desa, djangan sampai ada desa jg. sebagian masuk daerah Kota Besar dan sebagian lainnja masuk Kabupaten dan usul ini disetudjui oleh Pemerintah Djepang. Maka daerah Kota Besar Malang seperti sekarang ini, jaitu semua kadistrikan Kota jang dibagi dalam tiga Ketjamatan, dan semuanja pemerintahan diserahkan pada Walikota dan Walikota mendjadi Pamongpradja. Djadi Bupati tidak tjampur apa2 lagi dalam Kota Besar.

Sebelum waktu itu, Bupati mendjadi Pamongpradja didalam daerah Kota Besar Malang dan ini mendjadikan susahnja Bupati karena kalau rakjat ada usul dan protes apa2 pada Kota Besar, usul dan protesnja itu disampaikan pada Bupati dan Bupati jang berembuk dengan Walikota jang tidak selamanja mendapat kata sepakat dan bertentangan.

Pada waktu pendudukan Djepang nama djalan2 jang memakai bahasa Belanda dan jang memakai nama Belanda diganti seperti adanja sekarang ini.

Pada penduduk Djepang sudah kami usulkan supaja tram dipindahkan railnja, jaitu rail dari Kotalama ke Blimbing ditiadakan, dan djalannja tram dari Kotalama ke Blimbing didjalankan liwat rail Kereta Api besar, tetapi usul ini tidak dituruti.

Pak SAM:
(Bekas Bupati Malang).

Your Ad Here

Leave a Reply