TAHUN2 1925 - 1929
Masa ini menundjukkan kenaikan jang luar biasa dari angka2 anggaran. Sebagai gambaran dapat dikemukakan pengeluaran2 biasa dalam tahun2 sebagai berikut:
1914: f. 47.025,–
1919: ” 225.462,–
1924: ” 419.982,–
1929: ” 614.078,–
Dalam angka2 ini belum lagi termasuk kemadjuan dari angka2 bagi dinas2 Gemeente jang mempunjai perusahaan. Apabila angka2 ini didjadikan satu, maka bentuknja adalah sebagai berikut:
1914: f. 47.025,–
1919: f. 225.462,– + f. 124.415,– = f. 349.877,–
1924: f. 419.982,– + f. 142.103,– = f. 562.085,–
1929: f. 614.078,– + f. 238.638,– = f. 852.716,–
Apabila tadinja terutama ditaruh perhatian akan pemeliharaan kota setjara technisch, sekarang kita melihat perkembangan usaha Raad dalam lapangan sosial. Antara lain diusahakan dilapangan kesehatan, perumahan. pengadjaran, dan olah-raga.
Baru didalam tahun 1929 djumlah anggauta Indonesia dalam Raad dari 4 bertambah mendjadi 6 dan susunanhja ialah : golongan indonesia 6, golongan Eropa 9, golongan Tionghoa 2. Lambang kota ditetapkan dan disjahkan dalam tahun 1921. Persoalan tentang pembentukan Wethouders jang pernah dipersoalkan dalam tahun 1922 mulal digugat lagi dalam tahun 1929. Djuga persoalan gedung Balaikota mendjadi perbintjangan jang hangat. Dalam tahun 1927 dimulailah pembangunan gedung Balaikota, jang memakan ongkos f. 287.337,29. Pada 1 September 1929 gedung Balaikota jang baru itu mulai ditempati, tetapi hanja kamar2 bawah, oleh karena kamar2 ditingkat atas baru selesai dalam tahun 1930.
Dalam tahun 1929 ada dimadjukan usul untuk mendirikan rumah baqi Burgemeester tetapi usul itu ditolak oleh Raad. Gemeente ini baru diangkat mend jadi “Stadsgemeente” sedjak 1 Djanuari 1929. Pengawasan pekerdjaan2 keuangan dan harta benda jang masih bersifat hukum dari Raad, demikian djuga terhadap peraturan2 dipikul oleh College van Gedeputeerden dari Provinciale Raad.
.jpg)

Leave a Reply