Mendukung Keolah-ragaan
Sebagai anggauta dari Asian Games Federation, Indonesia telah mendapat undangan untuk turut serta mengambil bagian dalam Asian Games II jang akan diadakan dikota Manila (Philipina) dari tanggal 1 s/d. 9 Mei 1954. Komite Olympiade Indonesia telah mengambil keputusan akan turut serta dalam Second Asian Games tersebut.
Dalam Games I di New Delhi (India) pada tahun 195l Indonesia hanja dapat mengirimkan sedjumlah 37 peserta terdiri dari atlit2 dan pemain bagian sepak bola.
Untuk serta dalam Asian Games II Indonesia bermaksud mengirimkan rombongan jang lebih besar dan sempurna.
Hal ini harus mendapat penghargaan jg. se-tinggi2nja, tidak sadja dipandang dari sudut keolah-ragaan se-mata2, jaitu meninggikan deradjat olah raga, akan tetapi djuga dari sudut perkembangan suatu bangsa.
Kita berolah raga, berarti melatih djiwa, mendidik djiwa jang sehat dan sportief, melatih untuk memperoleh dan menebalkan kepertjajaan pada diri sendiri.
Terutama bagi bangsa kita, jang pada dewasa ini sedang menghadapi pekerdjaan raksasa, pekerdjaan pembangunan, djiwa jang demikian, djiwa sehat, penuh dengan vitaliteit merupakan sjarat mutlak untuk mentjapai tjita2 kita bersama.
Selain itu, lapangan olah raga merupakan tempat untuk merapatkan perhubungan antara kita dengan kita, kenal mengenal serta harga-menghargai. Oleh karena itu maka usaha dan Panitya K.O.I. harus kita sambut dengan bangga dan gembira.
Tiap Negara seharusnja mengusahakan, agar rakjatnja kuat djasmani maupun rochaninja. Peribahasa mengatakan : ?Mens sana in corpore sano?. Didalam badan jang sehat, terdapat fikiran jang sehat pula.
Salah satu tudjuan jang harus dikerdjakan, serta harus ditjapai ialah menanam pengertian dalam masjarakat, betapa perlunja untuk kehidupan suatu masjarakat, suatu kegiatan olah-raga jang baik organisasi serta dasar2nja. Pengalaman2 dalarn waktu jang telah lampau menundjukkan bahwa gerakan OLAH-RAGA dalam masjarakat kita jang didorongkan dan atas dengan tiada dasar2 jang kokoh, tidak membawa hasil jang baik, bahkan sebaliknja mengakibatkan kemunduran, baik dalam organisasi, maupun dalam tehnik dan hasil terhadap kesehatan djasmani rakjat umumnja. Salah suatu sjarat untuk dikerdjakan dan diandjurkan, ialah supaja ditiap-tiap kampung, didirikan suatu perkumpulan olah-raga, serta mengandjurkan kepada masjarakat umumnja mendjadi anggauta perkumpulan tersebut. Sjarat ini masih merupakan sjarat jang sukar dipenuhi karena tiada banjak penggemar olah-raga jang sungguh2 dapat didjadikan pemimpin perkumpulan olah-raga.
Oleh karena kekurangan pemimpin olah-raga jang sedjati, serta kekurangan perkumpulan2 jang sempurna organisasinja, maka tiada dapat diadakan latihan2 jang memenuhi sjarat2 jang telah ditetapkan, dengan sebaik-baiknja karena tidak ada perkumpulan jang baik organisasinja, maka tidak ada Sesuatu kekuatan jang mendorong serta menanam pengertian kepada masjarakat, untuk berolah-raga. Inilah merupakan salah satu sebab mengapa sampai dewasa ini, gerakan olah-raga kita belum dapat meningkat kekemadjuan jang seharusnja ditjapai, sesudah kita dalam negara merdeka dapat mengusahakan segala sesuatu dengan leluasa.
Kita berolah-raga karena olah-raga Semata-mata, tidak memperketjil kekuatan lawan, tetapi tidak pula menjerah kalah sebelumnja pertandingan berachir. Tidak ada perasaan iri-hati, djika mendapat kekalahan tetapi tiap2 kekalahan mendjadi dorongan tuk menjempurnakan diri guna sekarang.


Leave a Reply