Kenikmatan iklim dari “kota sedjuk” ini hendaknja terutama dirasakan oleh rakjat terbanjak

Mei 30th, 2007 by Pustakawan | 0

Kita mengenal riwayat kebesaran keradjaan Singhasari jang memiliki daerah kekuaasaan yang luas. Ketjakapan mengatur pemerintahan serta keberanianya di kala itu patut kita banggakan.

Tetapi satu soal jang penting sekali, ternjata tidak dimilikinja jalah, tentang organisasi jang teratur serta modern dengan penuh vitaliteit dan rasia.

Dengan kenjataan itu djelaslah bagi kita, bahwa sebenarnja kita harus pandai beladjar menghargakan pusaka lama, tetapi jang penting adalah mengakui kenjatatan2 baru. Sekarang kita berada dizaman organisasi. Djuga organisasi Pemerintah Daerah. Perlu tjara berfikir jang rasionil dan konkrit disertai dengan djiwa Indonesia.

Djikalau kita membuka dan melihat lembaran riwajat kota Malang lebih landjut, sedjak permulaan kota Malang sebagai Daerah Otonoom hingga sekarang, maka tergambarlah dengan djelas tentang perkembangan dari pada organisasi Pemerintah
Daerah.

Djelas pula gambaran jang menjatakan bahwa pengertian serta ketjakapan berorganisasi setjara modern dilapang Pemerintahan Daerah pada masa pendjadjahan ternjata digunakan setjara salah didalam hubungan dengan kepentingan rakjat terbanjak.

Revolusi jang ditjetuskan oleh rakjat Indonesia dengan pertanggungan djawab harus membongkar pandangan itu. Diusahakan sekeras-kerasnja perubahan sistim dilapang Pemerintahan dari sistim jang sentralistis-birokratis kearah sistim demokratisdesentralistis. Rakjat jang bertanggung djawab terhadap perdjalanan revolusi, harus berusaha menghapuskan sisa-sisa tjara berfikir jang hanja ditudjukan untuk kepentingan perseorangan atau segolongan ketjil. Dengan menjampingkan tjara berfikir jg. rasionil dan objektif dengan pengertian dan ketjakapan tentang organisasi jang teratur serta modern mendjadi tuntutan zaman danharus ditudjukan untuk kepentingan rakjat terbanjak, kepentingan bangsa Indonesia. Djangan sampai djarum sedjarah berputar kembali kearah jang lama, melainkan harus diusahakan tetap berputar madju, kearah jang baru. Terus madju, sesuai dengan lambang kota Malang jang berisikan kalimat “Malang namaku - madju tudjuanku”. Perubahan sedemikian itu kini sedang dialami oleh pemerintah daerah dan harus disempurnakan terus menerus. Misalnja tentang rentjana pembangunan kota (stadplan) hendaknja memenuhi tuntutan zaman dan menurut fikiran

baru dan merdeka ini rentjana pembangunan kota mendjurus kekepentingan rakjat terbanjak, sehingga untuk pembangunan kota tidak hanja sekedar ditindjau dari sudut penghasilan dan keindahan sadja, melainkan djuga dan terutama dari sudut kebutuhan rakjat terbanjak. Dari sudut inilah seharusnja dilakukan penindjauan sesuatu rentjana pembangunan pada zaman merdeka, dengan begitu kenikmatan iklim dari “kota sedjuk” atau “kota .gunung” ini, tidak hanja dirasakan oleh golongan kaum kajadan orang2 besar sadja, tetapi terutama oleh rakjat terbanjak. Kenjataan jang berlaku sekarang belum sampai kesitu, Djarum sedjarah kota akan berputar terus dengan tiada kundjung hentinja mendjurus kearah tjita2: Mengatur Pemerintahan Daerah secara organisasi jang teratur serta modern, adil dan demokratis.
Sdr. K. IBNOE ALI:
(Ketua D.P.R.D.S. Kota Besar Malang).

Leave a Reply