Kebaikan kota Malang pada masa ini, untuk sebagian jang tidak ketjil, djuga disebabkan karena kesanggupan bekerdja, serta pengalaman pegawai2 Kota Besar Malang

Mei 30th, 2007 by Pustakawan | 0

Masih teringat oleh saja bahwa pada tanggal 22 April 1942, semata2 bangsa Indonesialah jang diserahi tanggung djawab atas pemerintahan kotapradja Malang. Sebab pada waktu itu pegawai2 Belanda oleh pemerintahan Djepang, djuga di Malang, ditangkap. Kewadjiban dan tanggung djawab atas pemerintahan kota Malang mulailah diserahkan seluruhnja kepada pegawai2 bangsa Indonesia.

Mungkin hanja sedikit diantara kita jang pada waktu itu dapat menduga bahwa sebenarnja apa jang dimulai itu didalam sedjarah akan merupakan titik pemikulan tanggung djawab atas pemerintahan dinegeri sendiri jang beberapa tahun kemudian akan berbentuk Republik Indonesia. Tetapi terang bahwa rasa tanggung djawab itu disadari dengan sesungguhnja.

Lambat laun pekerdjaan makin lantjar, serta susunan kantor diperlengkapi dengan mengambil tenaga baru dan lingkungan luar pemerintahan kota.

Dalam pada itu mulai dipakai setjara resmi bahasa Indonesia, bahasa kita sendiri, sebagai bahasa pengantar, didalam surat menjurat maupun didalam pergaulan antara kita maupun dengan umum. Soal ini, merupakan suatu faktor djuga jang tidak dapat diketjilkan artinja didalam menambah kepertjajaan teman2 pegawai pada waktu itu, akan kemampuan diri sendiri.

Dan pemakaian bahasa ini, dapat dilandjutkan terus dimasa pendudukan Djepang itu, sebab sjukur satu2nja tenaga Djepang jang dipekerdjakan dikantor Balaikota Malang dimasa itu hanja seorang sadja jaitu wakil Sityo, jang datangnja sudah hampir pada waktu penjerahan Djepang kepada Sekutu.

Demikianlah satu saat didalam sedjarah dimana kepada bangsa Indonesia mulai diserahkan tanggung djawab atas administrasi sesuatu daerah.

Saat lain jalah pada waktu Republik Indonesia berdiri dalam bulan Agustus 1945.

Dengan sengadja saja tidak sebutkan sesuatu tanggal, sebab sebenarnja tidak semua orang pada tangga1 17 Agustus 1945 itu lebih2 dikota Malang jang djauh dari pusat Djakarta, menjadari apa jang sebenarnja telah terdjadi.

Memang disurat-surat kabar dapat dibatja, bahwa Republik Indonesia sudah diplokamirkan, tetapi kiranja tidak sedikit diantara kita jang belum segera menjadari dengan sepenuhnja apa arti proklamasi itu didalam kenjataannja pada waktu itu bagi pemerintah kota Malang.

Baru sesudah beberapa hari kemudian didjelaskan dari Djakarta apakah arti proklamasi itu; rakjat dan pemerintah daerah insjaf, bahwa sedjak itu mulai lagi suatu masa dalam sedjarah pemerintahan kota Malang.

Pelbagai matjam soal dapat kita lihat pada waktu itu dikantor pemerintahan kota Malang. Pegawai2 jang muda atau merasa masih muda, menggabungkan diri pada gerakan2 pemuda seperti Pemuda Republik Indonesia dan sebagainja. Dengan dibentuknja Laskar2 Buruh pun pegawai-pegawai pemerintahan kota banjak

jang aktif ikut dalam barisan itu. Ada pula jang menggabungkan diri padaPalang Merah dan aktif membantu perawatan korban2 pertempuran di Surabaja dan sekitarnja.

Sajang sekali saat jang ketiga jang saja anggap penting djuga, tidak saja alami, jaitu saat kembalinja pemerintahan kota Malang dari daerah pegunungan kekota Malang sebagai akibat diakuinja Negara kita sebagai Negara jang berdaulat oleh sebahagian besar negara2 didunia. Pada waktu itu saja berada di Djokja. Tetapi saja jakin bahwa pada waktu itupun teman2 pegawai pemerintahan kota berperasaan lain dari pada hari2 biasa, sadar akan arti jang penting dari saat itu.

Maka sekarang, 12 tahun telah lampau sesudah tanggal 22 April 1942 itu. Sesudah bangsa Indonesia dipemerintahan kota MaIang mulai memegang tanggung djawab itu. Negara dan bangsa kita masih berada didalam usaha pembangunan, dimana banjak rintangan harus dihadapi. Suatu perdjuangan dimana faktor2 konstruktif dan destruktif saling bertumbuk. Maka banggalah saja djauh dinegeri dingin ini waktu membatja dan mendengar bahwa Djawa-Timur, dan chusus Malang, pada waktu ini merupakan suatu daerah jang aman, jang pemerintahannja berdjalan dengan lantjar, dimana hubungan antara pemerintahan dan rakjatnja baik. Baik diketahui bahwa surat kabar “Algemeen Handelsblad” di Nederland pada tanggal 16 Desember 1953 menulis sebuah pemandangan tentang keadaan Djawa-Timur jang dipudjinja dan dinamakannja “Proeftuin van nieuw Indonesië”. Dan saja jakin keadaan pemerintahan kota Malang didalam pada itu menempati tempat jang penting.

Oleh karena itu, dan terutama karena ulang tahun ke 40 ini dari pemerintahan kota Malang, perkenankan saja dari djauh, sebagai bekas pegawai pemerintahan kota Malang, mengutjapkan selamat bahagia, semoga pemerintahan kota jang indah dan tertjinta itu, akan mengalami waktu jang lebih sentosa dan lebih sempurna lagi dari sekarang.

Dan kiranja tidak djauh dari kebenaranlah saja, kalau saja berpendapat bahwa kenjataan akan kebaikan kota Malang pada masa ini untuk sebagian jang tidak ketjil, djuga disebabkan karena kesanggupan bekerdja, beladjar serta pengalaman teman2 pegawai pemerintahan kota Malang itu sedjak saat jang bersedjarah itu, tanggal 22 April 1942.

Sdr. SOELEIMAN:
(Dulu : Pegawai Kota Ma1ang; Sekarang Pers attache RI di Den Haag).

Your Ad Here

Leave a Reply