KEADAAN DAN TERDJADINJA KOTA JANG LAMA
Dari sudut ilmu bumi Malang adalah ditengah2 daerah jang mulai zaman dahulu mempunjai kedudukan jang penting sekali, karena letaknja didjalan besar dari Utara ke Selatan jang telah ada mulai zaman dahulu kala, dimana tiga lembah mendjadi satu: dari Utara Barat lembah dari kali Brantas, dari Utara lembah dari kali Bango dan dari Timur lembah dan kali Amprong dan lembah jang keempat adalah lembah dari kali Brantas jang terus mengalir ke Selatan. Lembah jang strategisch ini mulai dahulu kala dipakai sebagai benteng. Kota ini didirikan pada kira2 tahun 1400 dan berkembang terus sampai sekarang ini. Menurut adat Djawa kuno kota ini didirikan dengan memakai dasar djalan perempatan dengan Alun2 sebagai pusatnja. Rentjana kota menurut adat kuno adalah menurut empat kiblat jaitu dari Utara ke Selatan dan dari Timur ke Barat, menurut tjara jang dipakai oleh pandangan Islam, waktu kota ini dibawah perintah Sultan Demak.
PERKEMBANGAN KOTA SAMPAI TAHUN 1930.
Lama kelamaan mulai pengaruh Belanda ditanam untuk perkembangan kota selandjutnja jaitu dengan tjara typisch kolonial. Kota jang lama tidak diteruskan perkembanganngannja, akan tetapi disampingnja diadakan centrum baru. Mula2 dalam abad ke 18 jang dipakai centrum adalah sebuah benteng, dimana sekarang dipakai sebagai Rumah Sakit Umum.
Perkembangan dan perluasan kota jang sebenarnja adalah terdjadi pada penghabisan abad ke 19.
Dalam tahun 1879 djalan kereta api Malang-Surabaja mulai dipakai dan rumah2 Belanda mulai didirikan sepandjang djalan Kajutangan, Tjelaket dan wijk2 Belanda ni berkembang lepas dari pusat kota jang lama.
Rentjana Bangunan I dari Kota Besar tahun 1917 ada disebelah Utara dari Rumah Sakit Umum dan dalam tahun 1922 ditambah dengan rentjana Bangunan II jang mengisi kekosongan antara kota jang lama dan kota jang baharu, dan centrumnja adalah di Alun2 Bundar, dimana disebelah Timurnja direntjanakan untuk pembuatan stasiun kereta api baru. Perluasan wijk2 Belanda dari kota sesudah adanja rentjana Bangunan II terpaksa ke sebelah Barat, karena ke Timur sudah ditempati oleh stasiun dan kampemen Militer, kuburan2 Tionghoa d.1.1., ke Selatan sudah dipergunakan untuk Petjinan dan empIasemen M.S.M.. sedang ke Utara hanja terbatas dipinggir2 djalan raya sadja. Demikian rentjana pembangunan kota (djalan Kawi) dan melalui as Timur Barat kedjalan Smeru. Dalam pengluasan ini djuga didirikan stadion. Disebabkan oleh perluasan ini maka banjak Usaha2 Bangunan partikelir didirikan di Malang, jang mengakibatkan semakin pesatnja pertumbuhan kota.
Pertumbuhan penduduk Indonesia jang menurut pendapat orang Balanda waktu itu tidak dapat dipastikan dimana mereka akan bertempat tinggal, karena rentjana jang tentu untuk mereka belum ada.
Rentjana kota jang lama ini perlu dirubah dengan rentjana kota jang baharu dan sedikit banjak telah diubah dalam rentjana kota tanggal 1-6-1952 No. 2949/B/I/b.
Betul diadakan sekedar perbaikan kampung, akan tetapi ini belum mentjukupi kebutuhan mereka. Sangat disesalkan bahwa “Perbaikan Kampung” jang karena itu Malang dalam 20 tahun mempunjai nama baik, hanja dapat dikerdjakan dengan soal2 pembuangan air di kampung2 dan perbaikan djalan2 kampung sadja, dengan tidak disertai peraturan kampung rooilijn dan bangunan
PERTUMBUHAN DAN SIFAT2NJA.
Tabel dibawah ini menundjukkan dengan djelas pertumbuhan kota.
| Asing | Asing | |||
| Th. | Indonesia | Asia | Eropa | Djumlah |
| 1890 | 9.813 | 1.768 | 459 | 12.040 |
| 1905 | 24.274 | 3.914 | 1.353 | 29.541 |
| 1920 | 35.165 | 4.312 | 3.504 | 42.981 |
| 1930 | 70.662 | 8.520 | 7.463 | 86.645 |
| 1936 | 75.000 | 9.400 | 10.600 | 95.000 |
| 1940 | 142.286 | 12.233 | 13.869 | 168.388 |
| 1950 | 220.389 | 11.451 | 2.098 | 233.938 |
| 1954 | 225.354 | 13.088 | 1.966 | 270.408 |
Penduduk dalam 10 tahun dari 1920 s/d 1930 berlipat ganda, demikian djuga dari tahun 1940 s/d. 1950 berlipat ganda pula. Karena itu Malang adalah kota jang pertumbuhannja termasuk tjepat diseluruh Indonesia.
Kemungkinan2 jang akan menentukan pertumbuhan kota Malang dikemudian hari dapat diraba dengan adanja 3 faktor seperti dibawa ini:
1. Pertumbuhan2 kota diseluruh tanah Djawa.
2. Peranan jang penting dari kota Malang sebagai centrum dari Djawa-Timur.
3. Malang mempunjai iklim pegunungan jang amat baik untuk didjadikan kota untuk kediaman. Iklim pegunungan ini jang menjebabkan banjak bangsa Eropa suka berdiam dikota ini dan amat baik untuk kota perguruan. Pertumbuhan penduduk umumnja menjebabkan Malang mendjadi kota industri dan keradjinan tangan, pertumbuhan mana dipermudah dengan letaknja jang dekat dan kota perdagangan Surabaja.
Sekarang kita akan menjatakan setjara singkat sifatnja kota ini. Dari kota jang dulu mempunjai sifat kota pegunungan mendjadi kota jang ramai sekali disebabkan karena bangsa Eropa gemar sekali berdiam dikota ini dan mendirikan perusahaan2nja. Djuga sebagai kota kediaman Malang mempunjai bentuk jang menjenangkan dan amat sehat untuk tempat istirahat sedang penduduknja tjukup radjin.
.jpg)

Leave a Reply