<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Malang Studies</title>
	<atom:link href="http://malang.endonesa.net/index.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://malang.endonesa.net</link>
	<description>Situs Pustaka Budaya Malang Raya</description>
	<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 19:03:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Faktor GEOPOLITISCH Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-geopolitisch-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-geopolitisch-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 17:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Kolonial]]></category>

		<category><![CDATA[Referensi]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[Tempo Doeloe]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Djakarta Ibu Kota utk, penduduk 28.110.760, Malang  Ibu Kota utk. Penduduk 50.277.940, Tjatjah djiwa K.D.N. tg. 1 Djanuari  1953.
Dalam artian geopolitis maka pemindahan Ibu Kota Negara dari Djakarta ke  Malang itu akan mempunjai effect jang sangat besar. Boleh dikatakan bahwa  peristiwa itu ibarat seorang jang berpaling muka. Hal itu perlu sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Djakarta Ibu Kota utk, penduduk 28.110.760, Malang  Ibu Kota utk. Penduduk 50.277.940, Tjatjah djiwa K.D.N. tg. 1 Djanuari  1953</strong>.</p>
<p>Dalam artian geopolitis maka pemindahan Ibu Kota Negara dari Djakarta ke  Malang itu akan mempunjai effect jang sangat besar. Boleh dikatakan bahwa  peristiwa itu ibarat seorang jang berpaling muka. Hal itu perlu sekali  diselidiki dengan lebih mendalam lagi. Negara kita jang karena stelsel  pendjadjahan Belanda terpaksa berkiblat kebarat akan memutar mukanja kearah  &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.dirinja sendiri.<span id="more-90"></span></p>
<p>Usaha<sup>2</sup> jang besar jang kita kerdjakan sebagai bangsa sebelum ada  pendjadahan untuk mempersatukan kepulauan Nusantara telah terdjadi puntjak<sup>2 </sup>kekuasaan Negara<sup>2 </sup> di Djawa Timur, jaitu Erlangga dalam zaman  Djenggala di Sidohardjo, Gadjahmada dalam zaman Modjopahit di Modjokerto dan  Kertanegara dalam zaman Tumapel di Singosari. Sudah tentu usaha<sup>2</sup> itu  bukanlah merupakan aksi kebetulan atau berdasarkan alasan<sup>2</sup> jang hanja  subjectief belaka, tetapi melihat akan ulangan<sup>2</sup> jang dikerdjakan  beberapa kali selama sekira 4 abad lamanja itu, tentunja gerakan itu harus  didorongkan oleh alasan<sup>2</sup> jang objectif djuga. Factor<sup>2</sup> objectif apakah jang menjebabkan bahwa kita dapat lebih mudah merangkaikan  kesatuan Negara kita itu djustru dari daerah DjawaTimur, itulah jang perlu kita  selidiki dengan benar<sup>2</sup>. Disini kita hanja dapat melukiskan dalam  garis besar sadja.</p>
<p>Djika kita mempeladjari peta dan Negara Indonesia dengan Irian Baratnja, maka  kita dapat melihat bahwa Malang letaknja lebih dekat pada daerah<sup>2</sup> Indonesia dari pada Djakarta. Djumlah djarak dari Djakarta ketiap<sup>2</sup> Ibu Kota daerah Swatantra ke I dan Irian Barat di Fak-fak atau Babo ialah sekira  1089 ukuran, sedang dari Malang djumlah itu hanja 972 ukuran, jaitu menurut  skala dalam atlas, terpautnja ialah sedikitnja 1500<br />
KM.</p>
<p>Perbedaan djarak tersebut lebih menjolok lagi djika kita bandingkan dengan  daerah-daerah dalam Negara. Djika Ibu Kota Negara dipindahkan dari Djakarta ke  Malang, maka jang akan ?rugi? atau akan mendjadi lebih djauh dari Pusat Negara  ialah hanja Sumatra dan Djawa-Barat sadja, Sedang lain<sup>2</sup> daerah  propinsi dan Irian Barat, jaitu daerah selebihnja, malah akan mendjadi lebih  dekat letaknja dari Pusat Negara.</p>
<p>Djarak dari Djakarta ke Semarang, Djokja, Surabaja, Bandjarrnasin,  Singaradja, Makasar, Ambon dan Irian Barat jang sekarang total djumlahnja ialah  720 ukuran, akan berkurang mendjadi 480, apabila Ibu Kota berpindah ke Malang,  sehingga daerah<sup>2 </sup>jang kita sebut diatas itu akan mendjadi sepertiga  lebih dekat dari Pusat Negara. Kita seolah<sup>2</sup> ?melangkah masuk? dalam  wilajah Indonesia.</p>
<p>Pemerintah Indonesia sebagai kepala Rumah dan kepala Somah lebih pantas  kiranja duduk dikamar dalam dari pada selalu diserambi muka dari Negara.</p>
<p>Daerah Indonesia minus Sumatra dan Djawa-Barat, jaitu daerah Negara jang  luasnja sedikitnja ? dari Negara dan berisikan penduduk 50.277.940 djiwa, akan  mendjadi dipindahkan ke Malang. Kita akan mendekati ?centrum? Negara, seperti  pemindahan<sup>2</sup> Ibu Kota New Delhi, Moskou, Ankara dan lain<sup>2</sup>.  Bandar<sup>2</sup> pelabuhan dagang ditinggalkan untuk lebih mendekati daerah.</p>
<p>Djakarta itu sebenarnja hanja dekat pada Djawa-Barat dan Sumatra, berpenduduk  28.110.760, jaitu daerah<sup>2</sup> jang umumnja dahulu dizaman pendjadjahan  telah mendapat perhatian jang melebihi dari daerah<sup>2</sup> jang lain.  Pemerintah di Djakarta ialah pheripheris, membelit dipetit Negara, sedang Malang  ialah centristis, berakar dipungung Negara. Djakarta ialah enclave sambungan  dari Den Haag jang ?menghadap? pada Eropah umumnja dan ?moederland? chususnja,  sedang Malang berdiri tegak sebagai menara jang dapat menjinari  daerah<sup>2</sup> Negara jang begitu luas, jaitu daerah ?Indonesia Baru?.</p>
<p>Indonesia Baru tersebut jang mengandung segala kemungkinan seharusnja sebagai  kekuatan Negara Nasional, sebagai halnja Sovjet Russia membangun Donetz,  Magnitsgorsk, Stalingradnja dan sebagainja.</p>
<p>Djawa-Timur ialah pusat Indonesia. Djarak Sabang ke Malang ialah sama dengan  djarak Malang ke Babo Irian Barat, jaitu 2400 KM atau sekira 8 djam dengan kapal  terbang.</p>
<p>Palembang dan Djakarta ialah merupakan kedua lobang hidung b?rnafas bagi  perekonomian kolonial, diman? kekajaan bumi Indonesia diexport dan  barang<sup>2</sup> dagangan dimasukkan ke Indonesia, As dari Djakarta ke  Palembang ialah as vital dari perekonomian jang kolonial. Garis itu melukiskan  sedjarah, pertumbuhan dan kenjataan dari lmperialisme jang selama itu  meradjalela di negeri kita. As tersebut bukan garis kebesaran kita tetapi garis  kelumpuhan kita jang merupakan symbool.</p>
<h4>Singapore-Amsterdam</h4>
<p>Selama riwajatnja maka kota Djakarta dari pintu-gerbang Moerdjangkoeng telah  tumbuh setjara chaotis mendjadi suatu Metropolis jang tak karuan udjudnja.  Suasana Shanghay, Rotterdam, Chicago dan Udik bertjampur dengan tindih-menindih  dan menjedihkan, dimana, kebesaran Indonesia hanja dapat hidup dikebun Bogor  atau di gedung Artja.</p>
<p>Suasana di Ibu Kota mengandung anasir-anasir masseficatie seperti digambarkan  oleh Lewis Mumford dalam bukunja ?The culture of cities? dan oleh Hendrik de Man  dalam bukunja ?Vermassung und kulturverfall?, dimana konglomerat dari  penduduknja jang heterogeen itu tidak dapat mentjapai kesatuan pendirian hidup  ketjuali pengedjaran kebendaan setjara cynis dan dimana segala pernilaian jang  luhur sangat merosotnja.</p>
<p>Berhubung riwajatnja, maka Djakarta bukanlah serupa London, Paris atau Berlin  jang sebagai Ibu Kota benar<sup>2</sup> merupakan pusat Nasional jang menentukan  gaja dan gerik kebudajaan Negara. Riwajat Nasional tidak dapat dibuat di  Djakarta, karena tidak ada dasarnja. Pemerintah mudah mendjadi birokrasi  parasitan jang tenggelam dalam suasana serba-dagang dan mendjauhi dan kebutuhan  riel dari penduduk, sehingga kurang dipatuhi dan menurunkan perbawa Negara.</p>
<p>Letak kota Malang djuga lebih terbuka untuk perhubungan pada  bagian<sup>2</sup> dunia baru, jaitu Amerika, Russia, Asia-Timur dan Australia,  jang membuka kemungkinan<sup>2</sup> besar sekali untuk hari kemudian. Dengan  mudah dapat diadakan tiga pelabuhan ditiga lautan jang mengelilingi Malang,  jaitu Surabaja dilaut Djawa Pasuruan dilaut Madura dan Sempu dilaut Hindia,  tempat<sup>2</sup> mana dapat menguasai djalan<sup>2</sup> laut keluar Negara  (Selat Karimata, Selat Makasar dan Selat Flores Nafura).</p>
<p>Demikianlah dalam garis<sup>2</sup> besar mengenai kota Malang ditindjau dari  sudut geopolitis. Tindjauan ini perlu diperdalam, sebab kita mempunjai rentjana  baru, jaitu menjusun Indonesia sebagai Negara Besar dipersimpangan Benua, jang  dapat mendjadi mata rantai kemakmuran dunia. Djakarta ialah penutup alam kuna  jang tak sesuai lagi dengan rentjana kita sebagai Negara jang merdeka.</p>
<h3>KESIMPULAN SELURUHNJA.</h3>
<p>Demikianlah achirnja, berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, jang  sekaliannja didasarkan kepada keadaan njata serta kepada akibat jang mutlak dan  pada kenjataan<sup>2</sup> itu, dikupas setjara ?wetenschappelijk? pula, maka  kota Malang serta daerah sekitarnja dapat dan tjukup memenuhi sjarat<sup>2</sup> jang dikehendaki oleh sesuatu Ibu Kota Negara.</p>
<p>Selandjutnja ,mudah<sup>2</sup>anlah keterangan<sup>2</sup> jang diutarakan  diatas ini memenuhi pengharapan ?Panitya Ibu Kota Negara? dalam usahanja  menjelidiki, kemudian menundjuk Ibu Kota untuk Negara kita, Republik Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-geopolitisch-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEADAAN KOTA MALANG DI HARI KEMUDIAN</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/keadaan-kota-malang-di-hari-kemudian.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/keadaan-kota-malang-di-hari-kemudian.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 17:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[ 	Keadaan ini dapat dibagi dalam dua bagian ialah
a) Masa peralihan ;
b)  Masa sesudah peralihan ini ;
Dalam masa peralihan kita harus menindjau, adakah Malang sanggup untuk  memberikan djaminan, djika kedudukan Pemerintah Agung sekarang djuga dipindahkan  ke Malang. Untuk mengimbangi keadaan demikian, maka apakah jang harus kita  tindakkan ? Gedung didalam kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Keadaan ini dapat dibagi dalam dua bagian ialah<br />
a) Masa peralihan ;<br />
b)  Masa sesudah peralihan ini ;</p>
<p>Dalam masa peralihan kita harus menindjau, adakah Malang sanggup untuk  memberikan djaminan, djika kedudukan Pemerintah Agung sekarang djuga dipindahkan  ke Malang. Untuk mengimbangi keadaan demikian, maka apakah jang harus kita  tindakkan ? <span id="more-89"></span>Gedung didalam kota Malang, di Batu maupun di Lawang tjukup banjak  dan luas pula untuk dapat mentjukupi keperluan ruangan<sup>2</sup> pelbagai  djawatan Pemerintah, Ambassades d.1.l., dalam sementara waktu ini. Adapun  gedung<sup>2</sup> ini kini kebanjakan dipergunakan oleh badan<sup>2</sup> perdjoangan, badan<sup>2</sup> usaha d.s.b., jang nanti dapat dipindahkan  misalnja ketangsi<sup>2</sup> jang pada azasnja masih tjukup luas untuk diisi.  Hanjalah perumahan tangsi ini banjak jang rusak sehingga perlu diperbaiki  terlebih dahulu. Sudah barang tentu pemindahan ini akan menimbulkan  kesukaran<sup>2</sup>, tetapi dengan sekedar sikap bidjaksana, misalnja dengan  pemberian penerangan<sup>2</sup>, maka kesukaran<sup>2</sup> ini akan dapat kita  atasi. Tentang kesanggupan kota Malang untuk menambah djaminan kepada penduduk  kota jang pasti akan bertambah djumlahnja berhubung dengan pemindahan  Pemerintahan Pusat, tidak perlu dichawatirkan, berdasarkan kenjataan, bahwa  hingga kini tiada tampak tanda<sup>2</sup> akan adanja atau adanja kekurangan  makanan serta minuman, sekalipun Malang pernah menerima sedjumlah 70.000 orang  pengungsi dari daerah lain.</p>
<p>Mungkinkah dikandung kechawatiran, bahwa kota Malang kian hari akan bertambah  kian surut sehingga achirnja akan mendjadi sebuah kota ?mati?? Kemungkinan  demikian patut kita kupas seksama, berhubung pula dengan  pengembalian<sup>2</sup> kota<sup>2</sup> jang kini diduduki Belanda kepada  fihak Republik.</p>
<p>Seorang stedebouwkundige pada tahun 1935 telah meramalkan, bahwa kota Malang  bukannja akan ?mati?, melainkan dan bahkan pula senantiasa akan kian meluas,  terutama disebabkan oleh letaknja setinggi 444 m sehingga kebaikan iklim  terdjamin, lagi pula oleh perkebunan<sup>2</sup> (bergcultures) jang terdapat di  daerah Malang.</p>
<p>Disamping ini sjarat<sup>2</sup> stedebouw telah pula dipenuhi, dan dapat  dilaksanakan paralel dengan stedeschoon, sedang perlaksanaan stedebouw dengan  kedua bagaiannja, ialah opbouw dan uitbouw tjukup terdjamin adanja.  Sjarat<sup>2</sup> ketiga ini tidak mudah dipenuhi oleh daerah<sup>2</sup> lain.  Daerah<sup>2</sup> untuk verkeers-, woon-, industrie- dan ontspanningsdoeleinden  tjukup tersediakan, demikian pula halnja dengan groen- dan re-creatie-gebieden.  Adapun ramalan tsb, didasarkan pula kepada djumlah penduduk jang kian lama  bukannja kian susut, melainkan kian bertambah dan meningkat.</p>
<p>Djumlah penduduk jang pada tahun 1920 ada 42.981 orang, pada tahun 1936 telah  mendjadi 95.375 djiwa. Selandjutnja stedebouwkundige tsb, mengemukakan  pendapatnja, bahwa dalam sedikit waktu lagi Malang menghadapi penambahan djumlah  penduduk jang mengagumkan. Ramalan demikian achirnja njata tiada meleset. Dalam  tahun 1946 djumlah penduduk kota Malang meningkat mendjadi 226.653 orang tiada  terhitung 70.000 orang pengungsi sedang ditahun 1954 djumlah penduduk jang  tertjatat ada 271.870 djiwa.</p>
<p>Selain dari pada ?bevolkings-aanwas? ini, maka sjarat<sup>2</sup> lainnja  untuk mendjamin langsung-hidup maupun kemadjuanja telah dipenuhi oleh kota  Malang. Adapun jang mengenai uitbouw, ditilik dari sudut kesehatan maka  sebaiknja apabila djalannja uitbouw ini ialah ke Barat dan Utara, karena  daerah<sup>2</sup> ini sehat lagi pula pemandangan alamnja tjukup indah pula,  selandjutnja kesukaran<sup>2</sup> technisch tidak akan banjak timbul. Selain  dari pada itu letak kota Malang jang djauh dari ?tectonische epicentra? (dekat  Nusakambangan serta Wonosobo) sedang ?epicentra? jang agak dekat (jang pernah  diketahui ialah: Timurnja semenandjung Blambangan dan 100 ? 200 km. Selatan dari  Pantai-Selatan Malang) tidak perlu menimbulkan kechawatiran dalam usaha  membangun gedung<sup>2</sup> ?Kebesaran-Negara?, sekalipun kemungkinan timbulnja  gempa-bumi tetap patut diperhatikan, karena pulau Djawa adalah memang penuh  bergunung api.</p>
<p>Dalam soal lalu-lintas dan perhubungan pun Malang meghadapi kemungkinan<sup>2 </sup>jang luas. Lapangan terbang jang sudah ada dapat diperluas, diperbaiki  serta diperlengkapi untuk dapat melajani perhubungan udara jang sempurna.</p>
<p>Dalam pada itu perlu dikemukakan, bahwa ahli<sup>2</sup> penerbangan  berpendapat, bahwa lapangan terbang di Singosari adalah jg terbaik diseluruh  Djawa, karena luasnja tanah-datar Singosari/Sundeng dengan corridor  Lawang-Kepandjen, lagi pula karena terangnja udara (tidak mistig).</p>
<p>Tenaga listrik jang tjukup banjak sumber<sup>2</sup>nja serta tjukup kuat  pula, membuka kemungkinan<sup>2</sup> ?electrificatie locaal transport?, sedang  bukan barang mustahil pula bila kelak di Malang berdjalan sebuah ?trolley?.  Perhubungan tjepat Malang-Surabaja sekarang telah diselenggarakan dengan ?diesel  electrische treinen?.</p>
<p>Dalam soal ?industrialisatie? tenaga listrik ini merupakan pula factor jang  penting. Dan dalam hal inipun Malang menghadapi kemungkinan jang tiada  terkirakan luasnja. Tanah<sup>2 </sup>dalam daerah kota seluas 4.225 ha,kini  merupakan tanah-persediaan untuk melaksanakan segala kemungkinan<sup>2 </sup>itu, sedang diluar daerah kota masih be-ratus<sup>2</sup> ha. tanah jang  dapat dipergunakan pula.</p>
<p>Demikianlah, maka factor<sup>2</sup> sekaliannja ini silih-berganti akan  hidup-menghidupkan, saling dorong-mendorong, mendjamin seteguhnja  langsung-hidupnja, meluasnja serta madjunja kota Malang dihari kemudian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/keadaan-kota-malang-di-hari-kemudian.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor HISTORIS Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-historis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-historis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 17:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<category><![CDATA[singosari]]></category>

		<category><![CDATA[Sundeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[ 	Apabila kita menilik riwajat Ibu Kota Negara2 jang telah lama  merdeka, maka njatalah kepada kita bahwa tempat itu adalah tempat jang sungguh  beriwajat jang dapat membanggakan hasil kebudajaan bangsa2 tadi.
Demikian maka teringat akan:

New Delhi dengan Kila-Koma,  Purana-Kila;
Rangon dengan Srohe-Dagon;
Bangkok dengan Phra-Keo, Wat-Tsjeng,  Wat-Po;
Tokyo dengan Daibutsu-Koeil;
Parijs dengan Notre-Dame, Louvre dan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Apabila kita menilik riwajat Ibu Kota Negara<sup>2</sup> jang telah lama  merdeka, maka njatalah kepada kita bahwa tempat itu adalah tempat jang sungguh  beriwajat jang dapat membanggakan hasil kebudajaan bangsa<sup>2</sup> tadi.</p>
<p><span lang="id-ID">Demikian maka teringat akan:</span></p>
<ul>
<li><span lang="id-ID">New Delhi dengan Kila-Koma,  Purana-Kila;</span></li>
<li><span lang="id-ID">Rangon dengan Srohe-Dagon;</span></li>
<li><span lang="id-ID">Bangkok dengan Phra-Keo, Wat-Tsjeng,  Wat-Po;</span></li>
<li><span lang="id-ID">Tokyo dengan Daibutsu-Koeil;</span></li>
<li><span lang="id-ID">Parijs dengan Notre-Dame, Louvre dan  Pantheon;</span></li>
<li><span lang="id-ID">London dengan Westminster-Abbey, St.Paul?s  Kathedraal, Tower;</span></li>
<li><span lang="id-ID">Moskow dengan Kremlin dan  Sint-Basilius;</span><span id="more-88"></span></li>
</ul>
<p>Maka demikian pulalah hendaknja dengan Ibu Kota Negara Republik lndonesia  jang hendak dibangun ini. Sepatutnjalah Ibu Kota ini didirikan didaerah jang  njata<sup>2</sup> mempunjai riwajat, tidak hanja menurut dongengan<sup>2</sup>,  tetapi dengan bukti<sup>2</sup> jang njata pula misalnja  peninggalan<sup>2</sup> kebesaran zaman purba dlm. pelbagai lapang kebudajaan.</p>
<p>Apabila kita meneliti beberapa daerah dengan katja-mata sedjarah ini, maka  tiada salahnja apabila Malang kita sebut daerah jang beriwajat, lebih dari  daerah<sup>2</sup> lainnja. Kita mengetahui, bahwa dengan berdirinja  keradjaan Singosari, mulailah suatu usaha bangsa kita jang njata untuk  menjusun kekuatan nasional dengan dasar persatuan jang kuat.       Singosari  terkenal sebagai suatu keradjaan jang kuat dan disegani,bukannja sadja di Nusantara, melainkan dan bahkan pula sampai djauh diluarnja, misalnja hingga  di Asia Tenggara dan Timur (Tiongkok). Adanja duta Tiongkok pada istana  Singosari adalah bukti jang njata. Djika zaman sebelum Singosari ialah zaman  Daha, terkenal sebagai zaman keemasan suatu tjabang kebudajaan jang  berkenaan dengan kesusasteraan, maka zaman Singosari adalah zaman  meningkatnja ilmu bangun<sup>2</sup>nan serta memahat patung hingga  setinggi-tingginja sebagai belum pernah terdjadi dalam zaman sebelum itu, dan kini belum pernah pula diatasi sesudah zaman Singosari itu.  Tjandi<sup>2</sup> Kidal, Djago, Singosari adalah peninggalan<sup>2</sup> kebesaran zaman Singosari ini.</p>
<p>Keindahan artja<sup>2</sup> sebagai Pradjn-japaramita dan Mandjoesjri dari  zaman itu, hingga sekarang masih mengagumkan.</p>
<p>Kesemuanja ini adalah mengandung sjarat<sup>2</sup> jang patut dimiliki oleh  sesuatu Ibu Kota Negara.</p>
<p>Demikianlah, sedjarah adalah suatu factor jang teramat penting, tidak dapat  ditinggalkan, suatu sjarat mutlak dan suatu keharusan pula untuk membangun  sesuatu Ibu Kota Negara.</p>
<p>Sjarat<sup>2</sup> ini telah dimiliki oleh kota Malang, sehingga patutlah  Malang ditundjuk mendjadi Ibu Kota, lebih<sup>2 </sup>lagi, karena peninggalan  dan warisan<sup>2</sup> pendjadjahan hampir<sup>2</sup> tiada tampak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-historis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor TECHNIS Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-technis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-technis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 17:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<category><![CDATA[singosari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Luasnja serta keadaan daerah.
Luasnja daerah jang termasuk dalam lingkungan kota Malang berdasarkan  Undang2 Negara jang masih berlaku, adalah 80 Km2.
Letak kota Malang dipelembahan pegunungan setinggi 444 meter (430 m/470 m),  jang merupakan sebuah ?sleuf?, dibatasi oleh gunung-gunung Kelut Kawi, Welirang  dan Ardjuno disebelah Barat, Semeru, Bromo dan pegunungan Tengger disebelah  Timur, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Luasnja serta keadaan daerah.</h4>
<p>Luasnja daerah jang termasuk dalam lingkungan kota Malang berdasarkan  Undang<sup>2</sup> Negara jang masih berlaku, adalah 80 Km<sup>2</sup>.</p>
<p>Letak kota Malang dipelembahan pegunungan setinggi 444 meter (430 m/470 m),  jang merupakan sebuah ?sleuf?, dibatasi oleh gunung-gunung Kelut Kawi, Welirang  dan Ardjuno disebelah Barat, Semeru, Bromo dan pegunungan Tengger disebelah  Timur, sedang kedjurusan Utara dan Selatan lembah ini merupakan sebuah  terusan-terbuka (corridor). Keadaan demikian memberikan kepada kota Malang iklim  jang sangat baik, hawa sedjuk selalu, sedang temperatuur peralihan antara siang  dan malam tiada terlalu ?menggundah?.<span id="more-87"></span></p>
<p>Sekalipun lembah daerah Malang ini tiada sempurna lurus-mendatar tetapi agak  melandai (helling kurang dari 1,8% , rata<sup>2</sup> 0.7%), namun keadaan  demikian tiada berpengaruh besar kepada keadaan dalam kota, misalnja soal  lalu-lintas. Bahkan, landalan ini sangatlah menguntungkan sesuatu usaha untuk  memelihara kesehatan kota (waterafvoer, stadsreiniging, spoelleidingen).</p>
<h4>Padatnja penduduk.</h4>
<p>Djumlah penduduk kota Malang pada saat ini adalah 271.870 djiwa. Daerah subur  serta iklim jang baik adalah salah satu daja penarik untuk mengalirkan penduduk  baru ke Malang, sedang banjaknja djumlah perguruan<sup>2</sup> merupakan pula  sjarat jang penting.<br />
Djumlah penduduk hingga saat ini kian hari kian  meningkat ; berikut disadjikan daftar penduduk, terbagi-bagi menurut  kewargaan-negaranja:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="4" width="90%">
<colgroup> <col width="51"></col> <col width="51"></col> <col width="51"></col> <col width="51"></col> <col width="51"></col> </colgroup>
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" width="100%" valign="top">
<p align="center"><strong>Warga Negara :</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center"><strong>Th.</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong>Indonesia</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong>Asia lainnja</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong>Europa</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong>Djumlah</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center">1920</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">35.165</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">4.312</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">3.504</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>42.981</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center">1930</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">70.662</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">8.521</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">7.463</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>86.646</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center">1940</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">142.286</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">12.233</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">13.869</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>168.388</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center">1946</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">204.274</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">19.935</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">2.444</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>226.653</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center">1954</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">236.445</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">33.521</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">1.904</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>271.870</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span lang="id-ID">Surutnja djumlah penduduk bangsa Europa adalah  terutama disebabkan pergolakan pada zaman ini. Sebagai telah dikatakan, djulah  226.653 pada tahun 1946 adalah penduduk asli semata-mata, tiada terhitung 70.000  orang pengungsian. </span></p>
<h4>Gedung<sup>2</sup> serta perumahan<sup>2</sup> lainnja.</h4>
<p>Menurut djenis bentuknja maupun luas datarannja, maka gedung<sup>2</sup> serta perumahan<sup>2</sup> dalam kota Malang serta sekitarnja, terbagi-bagi  sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> Djenis: I ?hoofdgebouw? seluas 151 M<sup>2</sup> lebih ;</li>
<li>Djenis: II  ?hoofdgebouw? seluas 101-105 M<sup>2 </sup>;</li>
<li>Djenis: III ?hoofdgebouw? seluas  51-100 M<sup>2 </sup>;</li>
</ul>
<p>Berikut disadjikan daftar gedung<sup>2</sup> maupun perumahan<sup>2</sup> lainnja tersusun menurut djenisnja masing<sup>2</sup></p>
<p>Djenis gedung / perumahan serta djumlah</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="4" width="90%">
<colgroup> <col width="51"></col> <col width="51"></col> <col width="51"></col> <col width="51"></col> <col width="51"></col> </colgroup>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="20%">
<p align="center"><strong>Letaknja di</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong><span lang="id-ID">I</span></strong></p>
<p lang="id-ID" align="center"><strong>(Besar)</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong><span lang="id-ID">II</span></strong></p>
<p lang="id-ID" align="center"><strong>(Sedang)</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong><span lang="id-ID">III</span></strong></p>
<p lang="id-ID" align="center"><strong>(Ketjil)</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="center"><strong><span lang="id-ID">Djumlah </span>Seluruhnja</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">Malang-Kota</td>
<td width="20%">
<p align="right">706</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">2.076</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">156</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">2.938</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">Lawang</td>
<td width="20%">
<p align="right">374</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">53</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">31</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">458</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">Singosari</td>
<td width="20%">
<p align="right">45</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">38</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">116</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">199</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">Batu</td>
<td width="20%">
<p align="right">184</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">83</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">175</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">442</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%">Sengkaling</td>
<td width="20%">
<p align="right">26</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">21</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">57</p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right">104</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="20%"><strong>Djumlah :</strong></td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>1.335</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>2.271</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>535</strong></p>
</td>
<td width="20%">
<p align="right"><strong>4.141</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dalam djenis I termasuk gedung<sup>2</sup> Pemerintahan. Perguruan-perguruan  Menengah. Kantor-kantor Bank, Geredja, Mesdjid, gedung<sup>2</sup> pertundjukan  d.1.s., sedang Gedung-Rakjat-Indonesia jang pernah didjelmakan mendjadi Gedung  Parlemen Indonesia adalah pula salah satu gedung<sup>2</sup> kebanggaan kota  Malang. Gedung Setasiun Malang Kota jang serba modern itu merupakan pula gedung  hiasan kota Malang.</p>
<h4>Penghibur dan Olah-Raga.</h4>
<p>Sebagai ?Taman-Penghibur? di Malang tersedia 6 buah gedung pertundjukan  (bioscope/sandiwara), dengan Rex-bioscope sebagai pelopornja. Disamping ini,  maka tersedia pula:<br />
1) Petamanan-Kota di dua tempat seluas ? 10 ha;<br />
2)  Aloon<sup>2</sup> Kota jang kini sebagian didjelmakan mendjadi pasar kembang;<br />
3) Lapangan olah-raga, lebih dikenal dengan nama ?Gelangang Kota Malang?.<br />
untuk segala djenis olah-raga mulai dan athletiek, berenang,  sepak-bola, tennis<br />
hingga kepada berpatju-sepeda;<br />
4) Lapangan  Rampal untuk berlatih ketentaraan . d.s.b;</p>
<p>Untuk olah-raga berdjalan banjak tempat<sup>2</sup> pegunungan jang tidak  djauh letaknja dari kota (Wendit, Tumpang, Badut) jang mudah ditjapai dengan  berdjalan kaki, sedang untuk bertamasja serta istirahat tersedia pula  kota<sup>2</sup> pegunungan sebagai Pudjon, Selecta, Nongkodjadjar, Tosari,  Tretes serta Sumberbrantas dan Songgoriti dengan sumber<sup>2</sup>nja  air-panas.<br />
<strong></strong></p>
<h4>Lalu-lintas dan perhubungan.</h4>
<p><strong> </strong></p>
<p>Landaian sebesar rata<sup>2</sup> 0,7% tidak menjebabkan naik turunnja djalan  jang belebih-lebihan. Di dalam kota hanjalah terdapat sebuah kenaikan djalan  (2.5%) sepandjang 100 meter (djembatan Kali Brantas-Tjelaket), sehingga  perhubungan dalam kota dapat diselenggarakan dengan betjak, dokar, tjikar maupun  dengan mobil. Djalan<sup>2</sup> jang menghubungkan pelbagai bagian daerah kota  dapat disimpulkan sebagai berikut:<br />
a) Karangan dengan debiet ? 50 L./ ? 20  meter diaspal ? 5 km ;<br />
b) Djalan raya selebar 8 a 16 meter diaspal ? 45 km  ;<br />
c) Djalan raya selebar 8 a 16 meter belum diaspal ? 5 km ;<br />
d) Djalan  ketjil (kampung dsb.) diaspal ? 25 km ;</p>
<p>Djalan<sup>2</sup> raya hampir seluruhnja telah dihias dengan trottoir untuk  keamanan lalulintas umum serta pohon<sup>2</sup> untuk naungan. Selandjutnja ?  ?  dari djalan<sup>2</sup> tersebut memperlukan perbaikan.</p>
<p>Perhubungan dengan luar kota maupun dengan daerah<sup>2</sup> lain,  diselenggarakan dengan pelbagai alat<sup>2</sup> perhubungan dan pengangkutan :<br />
a) Bus, mobil, truck dsb, melalui djalan<sup>2</sup> Negara, Pemerintahan  daerah<sup>2</sup> dsb., jg. ?trace? maupun ?alignement?-nja baik serta tidak  berat;<br />
b) Trem kedjurusan Singosari, Tumpang dan Dampit;<br />
c) Kereta-api  jang traject seluruhnja termasuk djalan kereta-api golongan ke I, dan  daerah<sup>2</sup> djauh diluar kota;</p>
<p>Demikianlah, perhubungan dalam dan luar kota dapatlah sudah dianggap  memuaskan, sekalipun perbaikan dalam soal ini dihari kelak masih dapat dan pasti  pula dikerdjakan orang. Ditilik dan sudut pereconomian keadaan demikian amat  menguntungkan, sedang perhubungan ini penting pula artinja untuk pembangunan  kota Malang baru, dikemudian hari.  Daerah<sup>2</sup> sumber pelbagai  bahan<sup>2</sup>, misalnja Probolinggo: kajudjati; Malang-Selatan: pasir,  kapur, dsb, telah terhubungkan dengan kota Malang dengan kereta-api, trem, lori  maupun tjikar, sedang Setasiun Malang Kotalama telah pula merupakan sebuah  ,,Goederenstation?.</p>
<p>Perdjalanan kereta-api Malang-Surabaja (waktu lampau) hanjalah memakan waktu  90 menit, sedang perhubungan ini setiap harinja diselenggarakan 14 kali  (,,Vlugge Veertien?). Kini perhubungan kereta-api Malang-Surabaja memakai  lokomotip<sup>2</sup> diesel, sedangkan bus tiap 30 menit menghubungkan kedua  kota besar tsb. Dengan adanja kota<sup>2</sup> pelabuhan nanti (Pasuruan,  Probolinggo, Bangil, Surabaja) maka dalam keadaan sekarang maupun dikelak  kemudian hari Malang tiada dapat terpisahkan danpada rantai perhubungan  international. Lapangan terbang di Singosari dengan dua buah ?startbanen? besar,  sepandjang 2000 meter serta selebar 100 meter, di Kedungkandang (Timur-kota)  dengan sebuah ?starbaan? sepandjang 1500 meter dan selebar 100 meter merupakan  ?schakel? pula dalam perhubungan tjepat dan international ini. Selain dari pada  rentjana ini jang telah pernah dikandung Belanda pada tahun 1930, ialah untuk  membangun pulau Sempu (60 km Malang-Selatan) mendjadi sebuah pelabuhan  penghubung antara Indonesia Australia, rasanja dapat kita laksanakan.</p>
<h4>Djaminan Air-minum.</h4>
<p>Air-minum untuk keperluan kota tjukup  terdjamin. Sumber<sup>2</sup> air-minum jang terdapat di daerah Malang (dekat  Batu ? 25 km) ialah<br />
a) Karangan dengan debiet ? 50 L./sec.<br />
b) Binangun  dengan debiet ? 160 L./ sec.<br />
Dari sumber Binangun untuk keperluan<br />
a)  Karangan dengan debiet ? 50 L./sec<br />
Kekurangan air minum mudah dapat ditjegah  dengan penambahan beberapa sumber lainnja. Dalam daftar berikut diuraikan  beberapa sumber<sup>2</sup> lainnja jang dapat diperuntukkan menutupi  kemungkinan kekurangan air minum kota Malang:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="4" width="90%">
<colgroup> <col width="64"></col> <col width="64"></col> <col width="64"></col> <col width="64"></col> </colgroup>
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="100%" valign="top">
<p align="center"><strong><span lang="id-ID">Letaknja</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="25%">
<p lang="id-ID" align="center"><strong>Nama Sumber</strong></p>
</td>
<td width="25%">
<p lang="id-ID" align="center"><strong>Tinggi</strong></p>
</td>
<td width="25%">
<p lang="id-ID" align="center"><strong>Djarak dari Kota Malang</strong></p>
</td>
<td width="25%">
<p lang="id-ID" align="center"><strong>Minimum debiet L./sec</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="25%">Binangun</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 835 m</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 25 km</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 160</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="25%">Sumbersari</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 750 m</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 25 km</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 80</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="25%">Tjandi kemadu</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 800 m</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 25 km</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 460</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="25%">Rining-gemule</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 1000 m</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 25 km</p>
</td>
<td width="25%">
<p align="right">? 460</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td colspan="3" width="75%">
<p align="right"><strong><span lang="id-ID">Djumlah</span></strong></p>
</td>
<td width="25%">
<p align="center"><strong><span lang="id-ID">? 850  L./sec</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h4>Sumber Tenaga Listrik</h4>
<p>Centrale tenaga listrik Mendalan dan Siman pada musim kurang hudjan (kemarau)  dapat mengeluarkan tenaga listrik sebesar ? (20.000 + 7.000) = 20.000 kw, sedang  untuk karesidenan Malang, Surabaja dan Kediri diperlukan (50.000 + 8.000 +  4.000) =17.000 kw. Dimusim hudjan maka sudah barang tentu aliran tenaga ini  lebih besar adanja. Selain daripada ini disekitar kota Malang terdapat pula  beberapa ?tjalon<sup>2</sup>? centrale baru :<br />
I. Sengguruh (Kepandjen ? 25  km) ? 7.000 kw;<br />
II. Tempur (Pasirian ? 75 km.) ? 10.000 kw ;</p>
<p>Demikianlah dalam soal penerangan serta tenaga listrik  untuk pembangunan kota Malang tjukup terdjamin.</p>
<h4>Sungai<sup>2</sup> jang melalui kota Malang.</h4>
<p>Kali Brantas jang melalui kota Malang serta Metro dan Kali Bango jang dekat  kota Malang, kesemuanja adalah merupakan :bantuan alam? semata-mata, untuk  mendjaga kesehatan kota (spoelleidingen) maupun untuk menambah ketjantikan kota.  Kali Brantas misalnja, hingga dekat kota sudah mempunjai luas-datar-pengairan  (afwateringsgebied) seluas ? 10 km<sup>2</sup>, sedang debietnja  sedikit<sup>2</sup>nja adalah 2,9 M<sup>3</sup>/sec.</p>
<p>Untuk pembersihan seluruh kota sekarang baru dipergunakan 1,3  M<sup>3</sup>/sec, sehingga tjukup banjaklah sudah debiet Brantas ini.</p>
<p>Selandjutnja berbeda sekali dengan daerah  lain<sup>2</sup>, umpamanja Kali Tjikapundung di Bandung jang selalu merupakan  ?last? dan setiap tahunnja membahajakan kota serta penduduknja, maka Kali  Brantas di Malang merupakan suatu ?oplossing? untuk kota serta penduduknja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-technis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor STRATEGIS Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-strategis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-strategis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[ 	Letak kota Malang dipelembahan pegunungan, dikurung oleh gunung maupun  pegunungan2 jang sekaliannja merupakan ?natuurlijke  verdedigingsgordel?, jang tak mudah digontjangkan. Dalam zaman peadjadjahan  Belanda keadaan demikian sangat diperhatikan serta dipergunakan pula, bahkan  Malang telah dianggapnja satu2nja kota jang letaknja sangat  ?strategis?. Rentjana untuk memindahkan Legerbestuur dengan Legercommandantnja  ke Malang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Letak kota Malang dipelembahan pegunungan, dikurung oleh gunung maupun  pegunungan<sup>2</sup> jang sekaliannja merupakan ?natuurlijke  verdedigingsgordel?, jang tak mudah digontjangkan. Dalam zaman peadjadjahan  Belanda keadaan demikian sangat diperhatikan serta dipergunakan pula, bahkan  Malang telah dianggapnja satu<sup>2</sup>nja kota jang letaknja sangat  ?strategis?. Rentjana untuk memindahkan Legerbestuur dengan Legercommandantnja  ke Malang telah dibuat, sedang telah pula ditetapkan tempat<sup>2</sup> untuk  pertahanan serta ?belangrijke strategische punten?. Dengan singkat, njata telah  dikandungnja niatan untuk mendjadikan Malang sebuah kota pertahanan jang kuat.  Selandjunja dalam zaman itu, Malang adalah ?garnizoensstad? dengan Divisi-Knil  jang terbesar (Commandant Ilgen).<span id="more-86"></span></p>
<p>Dalam zaman pendjadjahan Djepang, Malang telah pula menarik perhatian para  achli<sup>2</sup> siasat Djepang, sedang kesatuan tentara Djepang  jang  terbesar ialah Katagiri Butai, telah pula ditempatkan di Malang. Pendapat para  achli<sup>2 </sup> siasat Djepang ialah bahwa gunung<sup>2 </sup>maupun  pegunungan<sup>2</sup> disekitar Malang adalah tepat dan baik sekali untuk  didjadikan pangkalan perang-gerilja setjara besar<sup>2</sup>an. Perhatian  demikian tidak tetap tinggal perhatian belaka, melainkan teah dibuktikannja  dengan njata. Di Malang Utara, Barat, Timur maupun dipantai Selatan telah  dibuatnja perbentengan<sup>2</sup> jang teguh-kuat, sekaliannja untuk memperkuat  Malang sebagai kota pertahanan.</p>
<p>Demikianlah persamaan pendapat kedua bangsa pendjadjah ini tjukup sudah  membuktikan kebenaran kesimpulan, bahwa letak Malang adalah amat strategis,  belum lagi bila nanti kota<sup>2</sup> Probolinggo, Pasuruan serta Bangil di  Utara, dan Wonogoro serta Popoh di Selatan telah dibangun mendjadi kota  pelabuhan. Maka kini kesimpulan penilikan kota Malang dari sudut strategi ialah  sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Gunung serta pegunungan jg mengelilingi kota Malang  merupakan  ?natuurlijke verdedigingsgordels? jang kuat</li>
<li>Djalan<sup>2</sup> keluar masuk kota ada enam buah</li>
<li>Banjak sungai<sup>2</sup> jang sangat  tjuram sehingga terputusnja djembatan<sup>2</sup> berarti hambatan jang hebat  bagi musuh jang memakai gemobiliseerde serta gemechaniseerde troepen;</li>
<li>Tidak djauh letaknja dari kota<sup>2</sup> pelabuhan (Surabaja d.s.b.) sehingga  sangat menguntungkan perhubungan tjepat</li>
<li>Lapangan terbang telah ada,  bahkan tiga buah (Singosari, Sengguruh, Kedungkandang), sedang perluasannja  mudah pula dikerdjakan</li>
<li>Penduduk tjukup insjaf tentang pertahanan sehingga  kota Malang sukar diserbu oleh penjerang.</li>
</ol>
<p>Dilihat dari sudut strategi dalam hubungan dengan peperangan modern, maka  letaknja kota Malang sangat baik. Pertahanan dynamis dimana orang melakukan  serangan dengan tenaga api jang kuat dan ketjil, didaerah Malang tjukup baik.  Tentang pendirian bangunan<sup>2</sup> dibawah tanah (berhubung dengan bahaja  bom) dapat dikatakan mempunjai kemungkinan<sup>2</sup> jang lebih baik dan lebih  ekonomis dari pada kota<sup>2</sup> dipesisir. Konsentrasi meriam<sup>2</sup> penangkis di-gunung<sup>2</sup> disekitar Malang terhadap kapal<sup>2</sup> terbang jang terbang rendah dapat mentjegah kapal musuh membawa hasil.  Mengadakan camouflage jang baik di-gunung<sup>2</sup> bagi meriam<sup>2</sup> penangkis<sup>2</sup> demikian adalah lebih gampang dan murah dari pada  dipesisir. Berhubung letaknja Malang djauh dari laut maka kota ini tidak dapat  ditembaki oleh kapal perang.</p>
<p>Selandjutnja daja radio-aktif digunung<sup>2</sup> ada lebih kurang dari  dipesisir; akibat dari bom<sup>2</sup> atoom karenanja dikota Malang ada lebih  sedikit dari pada di Djakarta, Surabaja dan kota<sup>2</sup> lain ditepi laut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-strategis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor SOCIOLOGIS Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-sociologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-sociologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[Tempo Doeloe]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<category><![CDATA[militer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[ 	tuknja Pemerintah-Kota-Malang (P.K.M.) pada tg. 29 April 1914, maka  mengalirnja penduduk baru maupun meluas-melebar serta mengindahkan kota Malang  adalah pesat sekali. Bahkan hingga saat ini mengalirnja penduduk baru maupun  hidup-tumbunja kota ini masih djauh dari pada selesai. Adapun hidup tumbuhnja  kota Malang sepesat ini adalah pertama disebabkan oleh beberapa  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	tuknja Pemerintah-Kota-Malang (P.K.M.) pada tg. 29 April 1914, maka  mengalirnja penduduk baru maupun meluas-melebar serta mengindahkan kota Malang  adalah pesat sekali. Bahkan hingga saat ini mengalirnja penduduk baru maupun  hidup-tumbunja kota ini masih djauh dari pada selesai. Adapun hidup tumbuhnja  kota Malang sepesat ini adalah pertama disebabkan oleh beberapa  sjarat<sup>2</sup> sociaal, sedang sebab jang kedua ialah ketangkasan serta  kebidjaksanaan P.K.M. dalam tindakannja membina serta membimbing tumbuhnja kota  ini serapi serta seindah mungkin. Tindjauan sebab<sup>2</sup> sociaal tsb. akan  memaksa kita meneliti kembali keadaan pada tahun 1914, ialah tahun pembentukan  P.K.M. Sedjak tahun ini, Malang adalah sebuah Kota Ksatrian (garnizoensstad)  jang njata besar benar pengaruhnja kepada tindakan<sup>2</sup> P.K.M. dalam  usahanja memperluas daerah kota.<span id="more-85"></span> Pada tahun 1939 Malang mendjadi Pusat Tentara  Belanda untuk seluruh Djawa-Timur, sedang dengan berpindahnja Territoriaal  Commando ke Malang ini maka berpindahlah pula Angkatan-Udara ini ialah, bahwa  lapangan terbang Singosari diperluas, diperlengkapi sehingga mendjadi sebuah  pangkalan udara jang terbesar di Indonesia. Dan dengan demikian lebih besarlah  pula pengaruh jang mendorongkan adanja perluasan kota. Akibat pengaruh ini ialah  timbulnja Pusat  Pemerintahan Daerah di Malang (tahun 1928) terbukanja pelbagai  djawatan<sup>2</sup> serta perusahaan<sup>2</sup>, misalnja : Algemene  Volkscrediet-Bank, Javase-Bank, Escompto-Mij Handelsbank, N.V Faroka  Cigarettenfabriek, Wezel-Co.. berdjenis-djenis pabrik padi dan minjak d.1.s.  Selandjutnja letak kota Malang jang ?klimatologis? baik mendorongkan pula  pembukaan pelbagai sekolahan-sekolahan, sehingga Malang sedjak dulu hingga kini  masjhur sebagai Kota-Sekolah (scholenstad).</p>
<p>Berhubung dengan eratnja perhubungan antara sjarat<sup>2</sup> satu dengan  lainnja, maka terdapatlah sedjenis sifat ?hidup-menghidupkan? sehingga  lambat-laun benih-hidup serta<br />
jang telah dimiliki oleh kota Malang ini kian  bertambah tumbuh dan mengembang dengan suburnja. Selandjutnja keadaan di luar  daerah kota, misalnja perkebunan<sup>2</sup>, pabrik<sup>2</sup> gula dsb, lagi  pula letak kota Malang sendiri jang ?economisch  centraal gelegen? ini  berpengaruh dan memberikan daja hidup kepada kota ini jang tiada terkirakan  kekuatan tenaga pendorongnja. Akibat dari pada ?economische drang? ini ialah  terselenggaranja perhubungan tjepat serta biasa antara Malang dengan  kota<sup>2</sup> pelabuhan dan lain<sup>2</sup>nja (Surabaja d.s.b.) dan  factor<sup>2</sup> ini silih-berganti dorong-mendorong memperkuat tenaga hidup  (levensvatbaarheid) kota Malang. Sesungguhnja, kenjataan demikian adalah  dasar<sup>2</sup> belaka untuk mentjerminkan ?Malang dihari kemudian?.</p>
<p>Dengan adanja lapangan-terbang maka kemungkinan untuk menjelenggarakan  perhubungan-udara interinsulair, inter-asia, maupun internationaal, sangat luas  adanja. Maka ditilik dari keadaan sekarang maupun didasarkan kepada kemungkinan  dikemudian hari, kota Malang tjukup memiliki tenaga maupun djaminan untuk hidup  serta tumbuh langsung.</p>
<p>Kini, untuk pembangunan kota Malang mendjadi Ibu Kota Negara Republik  Indonesia, maka Malang sendiri maupun daerah<sup>2</sup> sekitarnja dapat  memberikan tenaga manusia jg. lebih dari pada tjukup (penduduk Karesidenan  Malang 3,5 djuta djiwa). Kabupaten serta kota Malang mempunjai penduduk sebanjak  2 djuta djiwa, jang sebagian besar tidak mempunjai tanah garapan, sedang hingga  sekarang tenaga manusia dari Madura terus mengalir. Selandjutnja diantara mereka  banjak ahli<sup>2</sup> pertukangan (batu, kaju d.s.b.).</p>
<p>Rakjat Malang sebagian besar beragama islam, tetapi pada umumnja terdapat  sifat<sup>2</sup> jang begitu rupa, sehingga hubungan dengan rakjat jang  menganut faham agama lain tetap terpelihara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-sociologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor PHYSIS-METEOROLOGIS Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-physis-meteorologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-physis-meteorologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Gerak-angin
Kekuatan atau tjepatnja gerak-angin adalah berpengaruh besar kepada keluarnja  panas (warmte afgifte) dan tubuh seseorang. Perasaan njaman (verfrisschend  gevoel) ini dapat kita djumpai dalam keadaan gerak angin jang lemah, jaitu  dengan ketjepatan 1,8
? 14 Km./djam hingga 25 ? 43 Km./djam.
Oleh kantor Meteo di Malang (tinggi: 476,19 m) telah tertjatat, bahwa dalam  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Gerak-angin</h4>
<p>Kekuatan atau tjepatnja gerak-angin adalah berpengaruh besar kepada keluarnja  panas (warmte afgifte) dan tubuh seseorang. Perasaan njaman (verfrisschend  gevoel) ini dapat kita djumpai dalam keadaan gerak angin jang lemah, jaitu  dengan ketjepatan 1,8<br />
? 14 Km./djam hingga 25 ? 43 Km./djam.</p>
<p>Oleh kantor Meteo di Malang (tinggi: 476,19 m) telah tertjatat, bahwa dalam  tahun 1946 tjepatnja angin rata<sup>2</sup> adalah 6,57 Km./djam, sedang jang  paling tjepat ialah 34,20 Km./djam atau rata<sup>2</sup> 28 Km./djam.<span id="more-84"></span></p>
<p>Demikianlah dari angka<sup>2</sup> ini njata, bahwa gerak-angin jang kuat dan  keras (orkaan, storm) dengan ketjepatan 72-104 Km./djam atau lebih, tiada pernah  timbul di Malang.</p>
<p>Letak kota Malang jang tiada terlalu dekat dengan gunung<sup>2</sup> Kawi dan  Ardjuno di Barat serta Semeru dan Bromo di Timur menjebabkan asingnja  gerak-angin jang lazim dinamakan ?F?hn-winden? dan tidak enak pengaruhnja kepada  tubuh.</p>
<h4>Temperatuur.</h4>
<p>Bahwasanja temperatuur berpengaruh benar kepada rasa-kenikmatan tubuh  (behaaglijkheids-gevoel) kita, tidak perlu diutarakan lebih landjut. Karenanja  maka temperatuur adalah factor penting dalam menentukankan sehatnja sesuatu  tempat. Daerah jang baik untuk orang Indonesia ialah umumnja daerah jang  memiliki temperatuur sedang, tiada terlampau panas diwaktu siang serta tiada  terlampau dingin pula diwaktu malam hari. Kota Malang mempunjai temperatuur jang  sedang. Dalam tahun 1946 bulan 12-1 -2-3-4 dan 5 rata<sup>2</sup> temperatuur  ini 23,6 C (pada siang hari) dalam bulan 6-7-8 rata<sup>2</sup> 24,15 C sedang  dalam bulan 9-10-11 rata 25,6 C. Demikianlah dalam satu tahun temperatuur ini  rata<sup>2</sup> setahun di musim panas di kota Rome, Italia (24,8 C).</p>
<p>Angka<sup>2</sup> ini mengenai kota Malang. Kalau kita tindjau  daerah<sup>2</sup> sekitar Malang jang tinggi-1etaknja 600-800 meter, maka angka  temperatuur ini dapat turun dengan 0,57 C sampai dengan 1,14 C (tiap<sup>2</sup> 100 meter naik, temperatuur turun dengan 0,57 C). Keadaan demikian hanjalah  dapat menambah rasa kenikmatan tubuh kita, sehingga kita dapat lebih aman  bekerdja dengan giat. Misalnja di Tosari (tinggi 1777 m) temperatuur dalam satu  tahun rata<sup>2</sup> adalah 16,1 C, dapat disamakan kira<sup>2</sup> dengan  tempertuur di Rome (rata<sup>2</sup> 15,3 C). Tosari misalnja adalah baik  sekali untuk orang<sup>2</sup> jang berasal dari daerah dingin (Europa. Amerika,  d.l.)</p>
<h4>Hudjan.</h4>
<p>Pada umumnja hudjan turun pada bulan 1 hingga bulan 3 berikutnja. Dalam 5  bulan tahun 1946 rata<sup>2</sup> banjaknja hudjan turun sebulannja  rata<sup>2</sup> 222.1 mM, sedang dalam bulan 4-5-6-7-8-9-10, termasuk bulan  kering, banjaknja hudjan rata<sup>2</sup> 20,4 mM. Banjaknja hudjan dalam tahun  1946 ada 1,25 mM atau untuk daerah pegunungan lebih kurang dari banjaknja hudjan  di Djakarta (rata<sup>2</sup> 1.782 mM) atau Bandung (rata<sup>2</sup> 1,965  mM). Sesuai dengan banjaknja hudjan maka djumlah awan semua dari bulan 1- hingga  12, rata<sup>2</sup> adalah 9-9-9-8-7-5-5-5-7-6-9-9 (udara jang sama-sekali  diliputi awan mendapat angka 10)</p>
<h4>Relatieve vochtigheid.</h4>
<p>Mengenal ?kebasahan-udara? di sesuatu tempat adalah penting untuk menentukan  sehat atau tidaknja tempat itu, sebab kebasahan hawa adalah langsung (direct)  berpengaruh kepada badan kita atau dengan kata lain, keluarnja asap (waterdamp)  dan panas (warmte) dari tubuh kita langsung bergantung quantitatief kepada  basahnja udara. Udara jang mempunjai vochtigheidsgraad jg. tinggi, berpengaruh  djelek dan tidak sehat bagi tubuh kita. Suatu ?relatieve vochtigheid? jang  normal untuk semua dan segala keadaan tidak dapat dikemukakan. Tetapi pada  umumnja dapat dipastikan, bahwa pengeluaran air asap dari tubuh kita lebih  banjak, tidak akan mengganggu kesehatan tubuh, hanjalah kita merasa lekas haus,  kerang di bibir serta lidah. Tetapi sebaliknja kurangnja pengeluaran asap air  dari tubuh kita dipersebabkan tingginja angka kebasahan udara, akan menimbulkan  rasa tidak enak, bahkan dapat membahajakan kesehatan tubuh kita.</p>
<p>Dalam musim hudjan di bulan 11-12-1- 2-3 kebasahan udara masing<sup>2</sup> adalah 70-85- 84-82 dan 84%, sedang dalam bulan<sup>2</sup> kering ialah bulan  4-5-6-7-8-9-10 kebasahan udara ini masing<sup>2</sup> 76-76-64-62-60-59-55%.  Angka kebasahan udara dalam tahun 1946 rata<sup>2</sup> 72%, djadi masih lebih  rendah daripada angka kebasahan-udara di Djakarta (rata<sup>2 </sup>83 %) dan  Bandung (rata<sup>2</sup> 77 %)</p>
<p>Kota Malang, walaupun kota-pegunungan, memiliki deradjad kebasahan-udara jang  dapat disamakan dengan Kota Kupang (kebasahan 72 %) jang terkenal sebagai suatu  daerah kering.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-physis-meteorologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor ECONOMIS Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-economis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-economis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[ 	Segala sesuatu jang ditakdirkan untuk hidup dibumi ini, maka ditakdirkan pula  ia dibumi untuk makan. Benih jg. ditanam ditanah sesudah berakar mengisap zat  tanah serta menghirup hawa udara untuk hidup dan makan; seekor kerang jang hidup  didasar lautan membuka kulitnja untuk makan, seekor harimau atau serigala jang  berkeliaran di rimba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Segala sesuatu jang ditakdirkan untuk hidup dibumi ini, maka ditakdirkan pula  ia dibumi untuk makan. Benih jg. ditanam ditanah sesudah berakar mengisap zat  tanah serta menghirup hawa udara untuk hidup dan makan; seekor kerang jang hidup  didasar lautan membuka kulitnja untuk makan, seekor harimau atau serigala jang  berkeliaran di rimba menerkam korban untuk makan. Manusiapun membanting tulang  sedjak pagi hingga malam hari tiada lain untuk makan. Memang ini adalah suatu  hukum alam jang tiada mungkin dilanggarnja atau si-pelanggar akan binasa  karenanja. Siapa jg. hidup tapi tidak makan, pasti akan menderita dan achirnja  akan mati.</p>
<p>Demikianlah, barangsiapa memfikirkan hendak membangun Ibu Kota Negara, maka  harus pula difikirkannja bagaimana ichtiarnja untuk memberikan makanan dan hidup  padanja.<span id="more-83"></span> Seandainja Malang ditundjuk untuk mendjadi Ibu Kota Negara kita, maka  berdasarkan uraian diatas, pertanjaan jang kini timbul ialah : ?Dapatkah Malang  dan sekitarnja menghasilkan bahan makanan jang tjukup untuk mendjamin langsung  hidupnja Ibu Kota itu ??, atau dengan kata<sup>2</sup> lain: ?Adakah Malang dan  sekitarnja dapat menghasilkan bahan-makanan jang tjukup banjak untuk memenuhi  keperluan penduduknja sendiri serta penduduk Ibu Kota jang akan datang ??  Tetapi, sebelum pertanjaan ini kita djawab, maka baiklah terlebih dahulu kita  kemukakan suatu pertanjaan lain: ?Benarkah soal productie bahan makanan ini  penting untuk dibitjarakan dalam pada menentukan dasar, apakah Ibu Kota dapat  didirikan disini? Bukankah bahan makanan itu dalam masa biasa dapat didatangkan  dan manapun djuga ??.</p>
<p>Meskipun benar, soal productie bahan makanan itu bukannja soal jang sangat  penting untuk menggantungkan kedudukan Ibu Kota Negara kepadanja, sebab bahan  makanan dapat kita datangkan dari daerah jg. kelebihan (surplusgebied), dari  seberang atau dan Luar-Negeri, tetapi dari sudut economie baiklah ibu kota itu  didirikan di daerah surplus, djika sjarat<sup>2</sup> lainnja telah dipenuhi  pula oleh daerah itu, misalnja: urbanisatie, technis, hygiene, cummunic?tie:  dll. Andaikata Ibu Kota itu didirikan didaerah jang kekurangan (minusgebied)  sudah tentu kira harus mendatangkan bahan-makanan dari luar. Harga bahan makanan  jang didatangkan itu diberati dengan pelbagai beaja, misalnja: pengangkutan,  penjimpanan dll., sedang harga lawan tidak ada, karena hasil sendiri tidak  mentjukupi keperluan sehingga harganja hasil-sendiri inipun mahal adanja.  Apabila Ibu Kota didirikan didaerah surplus, harga bahan-makanan hasil daerah  sendiri tidak mahal, karena persediaan tjukup banjak serta mentjukupi keperluan.  Bahan makanan dari luar tidak akan mendapat pasar karena harganja lebih mahal  berhubung pemberantasan dengan pelbagai beaja<sup>2</sup> tersebut. Tetapi bila  pada sesuatu saat harga bahan makanan hasil daerah sendiri mendjadi mahal,  misalnja karena kerusakan tanaman dsb, sehingga persediaan tidak lagi mentjukupi  keperluan, maka kita dapat mendatangkan bahan<sup>2</sup> dari luar. Demikianlah  maka dapat disimpulkan, bahwa didaerah minus harga bahan makanan ditentukan oleh  harga bahan jang didatangkan dan luar, sedang didaerah surplus harga itu  ditentukan oleh harga bahan<sup>2</sup> hasil daerah sendiri jang sudah tentu  lebih rendah adanja. Dan segala uraian ini djelaslah pula rasanja, bahwa suatu  Ibu Kota didaerah minus menggantungkan nasib langsung hidupnja kepada luar  daerah. Bila datangnja bahan terlambat, misalnja karena gangguan pada  pengangkutan, maka akibatnja ialah barang kurang dan harga lebih meningkat.  Lebih<sup>2</sup> dalam keadaan perang, bila perhubungan dengan luar terputus  atau karena lain<sup>2</sup> sebab jang mungkin timbul di masa perang, maka  kesulitan<sup>2</sup> jang dihadapi Ibu Kota itu tidak sedikit.</p>
<p>Kini apakah Malang serta daerah sekitarnja dapat menghasilkan bahan makanan  jang tjukup banjak untuk memenuhi keperluan Ibu Kota ? Marilah pertanjaan ini  kita kupas seksama. Adapun daerah sekitar Malang jang kami maksudkan di sini,  ialah Kerisedan<sup>2 </sup>Malang, Kediri dan Besuki.</p>
<p>Bahan makanan jang dihasilkan oleh Karesidenan Malang kini hanja dapat  memenuhi keperluan penduduk kota Malang sekarang, serta penduduk sekaresidenan  sadja, jang berdjumlah 354 djuta orang. Sebagian dari pada penduduk ini makan  nasi-murni, sebagian lagi djagung-murni, sedang sebagian pula makan nasi tjampur  djagung. Angka<sup>2</sup> pasti tentang golongan<sup>2</sup> ini tidak dapat  dikemukakan, hanjalah dapat sudah dipastikan bahwa sebagian besar penduduk luar  kota; termasuk golongan jang makan nasi tjampur djagung.</p>
<p>Adapun productie padi maupun beras Karesidenan Malang setahunnja ialah 4.4  djuta kwintal padi atau 2,2 djuta kwintal beras, sedang productie djagung ialah  2,3 djuta kwintal. Dalam keadan biasa productie ini tjukup untuk consumptie bagi  penduduknja, bahkan ada surplus sebanjak lebih-kurang 300.000 kwintal djagung.</p>
<p>Karesidenan Besuki berpenduduk 234 djuta orang. productie padi lebih-kurang  6,9 djuta kwintal padi, sedang sebagian besar penduduknja makan nasi tjampur  djagung</p>
<p>atau djagung sadja. Surplus beras jang terdapat di Besuki lebih-kurang 1,8  djuta kwintal. Andaikata kota ini hanja berpenduduk 1 djuta orang, maka surplus  padi ini tjukuplah sudah untuk mendjamin makanannja.</p>
<p>Adapun hasil bahan makanan lainnja misalnja kedele, katjang tanah, katjang  hidjau dsb. dari daerah Malang tjukup banjak sudah untuk memenuhi keperluan Ibu  Kota, belum terhitung pemasukan dari Karesidenan Besuki. Sajur-majur Europa,  wortel, kobis, sla dsb. tjukup banjak, asal bibitnja tjukup banjak pula adanja.  Dizaman Belanda, hasil sajur-majur daerah Batu, Punten, Tengger dan Prigen,  tidak hanja mentjukupi keperluan kota MaIang, melainkan dikirim pula ke  Surabaja, bahkan kobis pernah di-export ke Singapore. Djenis sajur lainnja,  misalnja terong, katjang-pandjang, bajem, brambang, lombok dsb, lebih dari pada  tjukup, sedang bila perlu dapat pula diperluas. Hanja njiur Karesidenan Malang  tidak dapat mentjukupi keperluannja sendiri, tetapi mendatangkannja dari Blitar  dan Banjuwangi. Dalam soal menghasilkan buah<sup>2</sup>an misalnja djeruk,  mangga, langsep, moerbeien, aardbeien, anggur dsb., Karesidenan Malang mempunjai  kedudukan jang tiada lawannja, demikian pula halnja dalam soal persediaan  api-pemotongan, bahkan pasar sapi untuk seluruh Djawa bertempat di daerah  Malang. Surplus sapi dari daerah Madura serta Besuki diperdagangkan didaerah  Mal?ng, sedang djumlah setahunnja tidak kurang dari pada 100.000 ekor.</p>
<p>Kaju bakar dan arang dari hutan<sup>2</sup> daerah Malang lebih dari pada  mentjukupi, belum terhitung ?accasia-cultuur? jang kini sudah dimulai setjara  besar<sup>2</sup>an.</p>
<p>Ikan laut didapat dari Bangil, Pasuruan, Nguling, Lekok dan Probolinggo,  sekaliannja kota<sup>2</sup> pelabuhan-nelajan didaerah Karesidenan Malang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-economis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Malang Sebagai ibu kota Negara</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:11:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[Tata Pemerintahan]]></category>

		<category><![CDATA[ibukota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[ 	Berhubung dengan pernjataan, bahwa Pemerintah Pusat berkehendak untuk  selekasnja mendirikan sebuah Ibu Kota Negara Republik Indonesia, sedang dalam  pernjataan itu telah pula ditegaskan, bahwa mungkin sekali jang hendak  dipilihnja ialah satu antara kota2 : Djakarta, Bandung, Magelang,  Bogor dan Malang, maka kini, kita segolongan penduduk Malang merasa  berkewadjiban untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Berhubung dengan pernjataan, bahwa Pemerintah Pusat berkehendak untuk  selekasnja mendirikan sebuah Ibu Kota Negara Republik Indonesia, sedang dalam  pernjataan itu telah pula ditegaskan, bahwa mungkin sekali jang hendak  dipilihnja ialah satu antara kota<sup>2</sup> : Djakarta, Bandung, Magelang,  Bogor dan Malang, maka kini, kita segolongan penduduk Malang merasa  berkewadjiban untuk ikut serta membantu meringankan beban Pemerintah Pusat itu,  dengan mengutarakan keterangan-keterangan maupun bahan<sup>2</sup> jang sangat  diperlukan dalam usaha, menundjuk Ibu Kota tersebut. Maka, oleh karenanja  terbentuklah sebuah Panitya Pembantu untuk mengumpulkan keterangan<sup>2</sup> maupun bahan<sup>2</sup> jang sangat diperlukan tersebut.<span id="more-82"></span></p>
<p>Adapun sjarat2 jang harus dimiliki oleh sesuatu kota untuk dapat ditundjuk  mendjadi Ibu Kota Negara, menurut faham Panitya Pembantu adalah factor sebagai  terbagi serta teruraikan berikut ini :</p>
<ol>
<li><a href="http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-economis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm">ECONOMIS</a>;</li>
<li><a href="http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-physis-meteorologis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm">PHYSIS/METEREOLOGIS</a>;</li>
<li>SOCIOLOGIS;</li>
<li><a href="http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-strategis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm">TECHNIS</a>;</li>
<li><a href="http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-historis-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm">HISTORIS</a>;</li>
<li><a href="http://malang.endonesa.net/index.php/faktor-geopolitisch-malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm">GEOPOLITIS</a>;</li>
<li><a href="http://malang.endonesa.net/index.php/keadaan-kota-malang-di-hari-kemudian.htm">KEADAAN DIKEMUDIAN HAR</a>I.</li>
</ol>
<p>Adapun sjarat<sup>2</sup> ini hanjalah mengenai garis-besarnja sadja, sedang  sjarat<sup>2</sup> demikian adalah pula jang lazim dipakai untuk pendirian Ibu  Kota Negara, baik di Asia maupun di Europa, misalnja: Manilla, New-Delhi,  Bangkok, Canberra, Berlijn, Washington, Parijs d.l.l. Maka kini timbullah  pertanjaan<br />
?Adakah kota Malang dan sekitarnja mentjukupi sjarat<sup>2</sup> tersebut ?? Marilah pertanjaan ini kita kupas serta kita djawab pula setjara  chronologis sebagai berikut ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/malang-sebagai-ibu-kota-negara.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Hunian jang Ideaal, dan Tempat Wisata jang Bersahabat</title>
		<link>http://malang.endonesa.net/index.php/tempat-hunian-jang-ideaal-dan-tempat-wisata-jang-bersahabat.htm</link>
		<comments>http://malang.endonesa.net/index.php/tempat-hunian-jang-ideaal-dan-tempat-wisata-jang-bersahabat.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 15:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pustakawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>

		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malang.endonesa.net/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[ 	Tentang kota Malang sebagai tempat tinggal jang ideaal dapat kita singkatkan  sadja, karena keuntungan2 untuk diam didalam tempat jang dalam segala  hal demikian beruntungnja itu, sudah dikemukakan tadi selajang pandang. Tjobalah  orang mengingat kemadjuan kota ini jang didalam tahun 1920 hanja mempunjai 43  ribu penduduk dalam tahun 1954 telah mempunjai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Tentang kota Malang sebagai tempat tinggal jang ideaal dapat kita singkatkan  sadja, karena keuntungan<sup>2</sup> untuk diam didalam tempat jang dalam segala  hal demikian beruntungnja itu, sudah dikemukakan tadi selajang pandang. Tjobalah  orang mengingat kemadjuan kota ini jang didalam tahun 1920 hanja mempunjai 43  ribu penduduk dalam tahun 1954 telah mempunjai lebih dan 271 ribu penduduk.  Tjepat meningkatnja djumlah penduduk setjara luar biasa ini adalah bukti jang  paling njata bagi hal tersebut.<span id="more-81"></span></p>
<p>Utjapan<sup>2 </sup>seperti : ?Datanglah ke Malang?, ?Berdiamlah di Malang?,  jang mendengung-dengung dari kota gunung ini melalui lembah<sup>2 </sup>sampai  ke pesisir pulau Djawa, telah mengetok hati orang jang diganggu oleh panas jang  terik, malaria dan berbagai penjakit lain, jang berdiam di kota<sup>2</sup> pinggir laut. Mereka berdujun-dujun datang mengundjungi kota Malang, dan sekali  berdiam di kota ini tentu orang ta?akan suka meninggalkannja. Bukan sadja mereka  itu datang dari tempat<sup>2</sup> di sekitarnja malahan djuga ada jang datang  dari Semarang, Djogja, Cheribon, Djakarta, Palembang, Padang, Medan, Singapura,  Balikpapan, Makasar, Menado, Kupang, ja sekalipun dari Europa ada jang datang!</p>
<p>Bagi orang<sup>2</sup> jang telah pensiun dan mereka jang ingin menetap  dengan tenang, dewasa ini kota Malang adalah tempat jang ditjari orang.</p>
<p>Kami akan bertanja kepada setiap orang jang memperhatikan kebahagiaan hidup  diri dan keluarganja, pegawai<sup>2</sup>nja ataupun pekerdjaannja :  ?<em>Apabilakah, saudara akan berdiam dikota Malang ?? </em></p>
<p>Adanja sekolah jang baik disegala lapangan adalah faktor jang penting sekali.  Apabila tjukup sekolah sehingga orang dengan gampang dapat memilih djurusan  pendidikan bagi anaknja, maka ta? perlulah orang bingung memikirkan peladjaran  anak<sup>2</sup>nja, Demikian djuga pendidikan landjutan tidak membawa  kesulitan<sup>2</sup>,apabila terdapat di kota itu sendiri. Suatu hal jang  penting djuga bagi mereka jang tidak dapat melepaskan anak<sup>2</sup>nja hanja  disebabkan bersekolah ketempat lain, maka dapat dikemukakan bahwa di kota Malang  terdapat tempat<sup>2</sup> tinggal dan asrama<sup>2</sup> jang baik bagi pemuda  dan pemudi peladjar. Orang<sup>2</sup> tua ? apabila Saudara<sup>2</sup> memilih  tempat tinggal ? pilihlah Malang!</p>
<p>Sekitarnja saudara terikat oleh pekerdjaan saudara ditempat lain, kirimlah  anak saudara untuk bersekolah ke kota Malang. <em>Dibawah ini dengan ringkas akan  kita kemukakan? keuntungan<sup>2</sup> berdiam di kota Malang </em>:</p>
<p>1. Iklim jang sedjuk dan kering.</p>
<p>Malang terletak didataran tinggi kurang lebih 444 M, dari permukaan laut,  dilingkari oleh gunung<sup>2</sup> jang menahan angin jang keras. Iklimnja  hampir sama dengan iklim di Perantjis Selatan.</p>
<p>2. Temperatuurnja jang segar.<br />
Temperatuur kota Malang rata<sup>2</sup> ialah 24,4? celsius.</p>
<p>3. Bangunan kota jang sehat,<br />
Tidak ada rawa berarti tidak ada malaria.<br />
Air leiding jang baik ? got<sup>2</sup> dan aliran air jang bersih dan  teratur.<br />
Bangunan kota jang baik ? perbaikan kampung jang terus dikerdjakan.</p>
<p>Banjak tempat berolah raga ? taman<sup>2</sup> tempat bersuka-ria.</p>
<p>4. Tingkatan kehidupan jg. sangat murah.</p>
<p>Beras murah, sajur<sup>2</sup>an dan buah<sup>2</sup>an sesukanja boleh  nemilih dengan harga jang amat rendah.</p>
<p>5. Padjak<sup>2</sup>nja rendah.</p>
<p>6. Banjak sekolah jang baik<sup>2</sup>.</p>
<p>7. Ongkos pembangunan dan harga tanah sangat rendah.</p>
<p>8. Perhubungan kereta api - mobil - bus jang baik.<br />
Tiap han ada 6 kereta  api tjepat diesel jang modern antara Malang-Surabaja. Bis tiap seperempat djam  menghubungkan kedua kota jang terbesar di Djawa Timur ini.<br />
Pun angkatan  udara Indonesia mempunjai lapangan terbang Abd. Rachman Saleh jang terkenal  karena kebaikannja, dimana presiden Soekarno sering turun dan sekalipun B. 29  dapat mendarat.</p>
<p>9. Tempat darmawasita jang tidak terhitung djumlahnja.<br />
Wendit, Selecta,  Sumberwaras, Sengkaling, Tjandi Singosari, Dewi Sri (Lebak sari) dan puluhan  tempat<sup>2</sup> lain.</p>
<p>10. Kesemuanja ini membuat kota Malang suatu kota jang diidam-idamkan setiap  orang sebagai tempat tinggal dan tempat istirahat.<br />
Achirnja kami bertanja  lagi :<br />
?<em>Kapankah saudara bertamansja kekota Malang ??</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malang.endonesa.net/index.php/tempat-hunian-jang-ideaal-dan-tempat-wisata-jang-bersahabat.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
