Faktor PHYSIS-METEOROLOGIS Malang Sebagai ibu kota Negara

Apr 21st, 2008 by Pustakawan | 0

Gerak-angin

Kekuatan atau tjepatnja gerak-angin adalah berpengaruh besar kepada keluarnja panas (warmte afgifte) dan tubuh seseorang. Perasaan njaman (verfrisschend gevoel) ini dapat kita djumpai dalam keadaan gerak angin jang lemah, jaitu dengan ketjepatan 1,8
? 14 Km./djam hingga 25 ? 43 Km./djam.

Oleh kantor Meteo di Malang (tinggi: 476,19 m) telah tertjatat, bahwa dalam tahun 1946 tjepatnja angin rata2 adalah 6,57 Km./djam, sedang jang paling tjepat ialah 34,20 Km./djam atau rata2 28 Km./djam.

Demikianlah dari angka2 ini njata, bahwa gerak-angin jang kuat dan keras (orkaan, storm) dengan ketjepatan 72-104 Km./djam atau lebih, tiada pernah timbul di Malang.

Letak kota Malang jang tiada terlalu dekat dengan gunung2 Kawi dan Ardjuno di Barat serta Semeru dan Bromo di Timur menjebabkan asingnja gerak-angin jang lazim dinamakan ?F?hn-winden? dan tidak enak pengaruhnja kepada tubuh.

Temperatuur.

Bahwasanja temperatuur berpengaruh benar kepada rasa-kenikmatan tubuh (behaaglijkheids-gevoel) kita, tidak perlu diutarakan lebih landjut. Karenanja maka temperatuur adalah factor penting dalam menentukankan sehatnja sesuatu tempat. Daerah jang baik untuk orang Indonesia ialah umumnja daerah jang memiliki temperatuur sedang, tiada terlampau panas diwaktu siang serta tiada terlampau dingin pula diwaktu malam hari. Kota Malang mempunjai temperatuur jang sedang. Dalam tahun 1946 bulan 12-1 -2-3-4 dan 5 rata2 temperatuur ini 23,6 C (pada siang hari) dalam bulan 6-7-8 rata2 24,15 C sedang dalam bulan 9-10-11 rata 25,6 C. Demikianlah dalam satu tahun temperatuur ini rata2 setahun di musim panas di kota Rome, Italia (24,8 C).

Angka2 ini mengenai kota Malang. Kalau kita tindjau daerah2 sekitar Malang jang tinggi-1etaknja 600-800 meter, maka angka temperatuur ini dapat turun dengan 0,57 C sampai dengan 1,14 C (tiap2 100 meter naik, temperatuur turun dengan 0,57 C). Keadaan demikian hanjalah dapat menambah rasa kenikmatan tubuh kita, sehingga kita dapat lebih aman bekerdja dengan giat. Misalnja di Tosari (tinggi 1777 m) temperatuur dalam satu tahun rata2 adalah 16,1 C, dapat disamakan kira2 dengan tempertuur di Rome (rata2 15,3 C). Tosari misalnja adalah baik sekali untuk orang2 jang berasal dari daerah dingin (Europa. Amerika, d.l.)

Hudjan.

Pada umumnja hudjan turun pada bulan 1 hingga bulan 3 berikutnja. Dalam 5 bulan tahun 1946 rata2 banjaknja hudjan turun sebulannja rata2 222.1 mM, sedang dalam bulan 4-5-6-7-8-9-10, termasuk bulan kering, banjaknja hudjan rata2 20,4 mM. Banjaknja hudjan dalam tahun 1946 ada 1,25 mM atau untuk daerah pegunungan lebih kurang dari banjaknja hudjan di Djakarta (rata2 1.782 mM) atau Bandung (rata2 1,965 mM). Sesuai dengan banjaknja hudjan maka djumlah awan semua dari bulan 1- hingga 12, rata2 adalah 9-9-9-8-7-5-5-5-7-6-9-9 (udara jang sama-sekali diliputi awan mendapat angka 10)

Relatieve vochtigheid.

Mengenal ?kebasahan-udara? di sesuatu tempat adalah penting untuk menentukan sehat atau tidaknja tempat itu, sebab kebasahan hawa adalah langsung (direct) berpengaruh kepada badan kita atau dengan kata lain, keluarnja asap (waterdamp) dan panas (warmte) dari tubuh kita langsung bergantung quantitatief kepada basahnja udara. Udara jang mempunjai vochtigheidsgraad jg. tinggi, berpengaruh djelek dan tidak sehat bagi tubuh kita. Suatu ?relatieve vochtigheid? jang normal untuk semua dan segala keadaan tidak dapat dikemukakan. Tetapi pada umumnja dapat dipastikan, bahwa pengeluaran air asap dari tubuh kita lebih banjak, tidak akan mengganggu kesehatan tubuh, hanjalah kita merasa lekas haus, kerang di bibir serta lidah. Tetapi sebaliknja kurangnja pengeluaran asap air dari tubuh kita dipersebabkan tingginja angka kebasahan udara, akan menimbulkan rasa tidak enak, bahkan dapat membahajakan kesehatan tubuh kita.

Dalam musim hudjan di bulan 11-12-1- 2-3 kebasahan udara masing2 adalah 70-85- 84-82 dan 84%, sedang dalam bulan2 kering ialah bulan 4-5-6-7-8-9-10 kebasahan udara ini masing2 76-76-64-62-60-59-55%. Angka kebasahan udara dalam tahun 1946 rata2 72%, djadi masih lebih rendah daripada angka kebasahan-udara di Djakarta (rata2 83 %) dan Bandung (rata2 77 %)

Kota Malang, walaupun kota-pegunungan, memiliki deradjad kebasahan-udara jang dapat disamakan dengan Kota Kupang (kebasahan 72 %) jang terkenal sebagai suatu daerah kering.

Leave a Reply