Djiwa jang merdeka tentu akan taat dan berdisiplin terhadap peraturan2 jang ditetapkan sendiri

Mei 30th, 2007 by Pustakawan | 0

Kalau saja sebagai penduduk sedjak tahun 1929, menindjau kembali Kotapradja Malang mulai saja datang hingga sekarang ini, maka nampaklah kedjadian2 terutama perdjoangan kemerdekaan jang terbesar dalam sedjarah kita, dengan akibat2nja, perobahan2nja.

Kalau saja bandingkan keadaan waktu saja datang, dengan sekarang ini, tentu besar sekali bedanja, terutama perbedaan jang hampir 100% ialah perbedaan djiwa, baik dari penduduknja maupun dan pengemudinja. Djiwa kolonial mendjadi djiwa nasional; djiwa budak mendjadi djiwa merdeka. Tentu sadja perobahan djiwa jang maha besar ini, memberi sifat jang lain pula kepada kotanja. Dibelakangnja keadaan jang djauh belum sempurna, tempat2, bangunan2 jang kelihatannja belum teratur, nampaklah satu lichtpunt jang membeni harapan akan dapat membangun kembali, ialah perasaan ber-negara, hidup didalam rumahnja sendiri. Kita semuanja insjaf, bahwa masih banjak sekali jang harus kita kerdjakan; perbaikan kembali dan pembangunan baru dalam semua lapangan. Masih banjak sekali kekurangan kita perumahan, perekonomian, pendidikan, kesehatan dan lain2. Kota Malang dari semula terkenal sebagai kota jang indah, sedjuk dan sehat hawanja, sehingga menarik banjak orang dari luar, jang menginginkan hiburan dan pengembalian kesehatannja.

Ini adalah djuga suatu alasan, tjita2 penduduk Malang mengharapkan kotanja dipilih mendjadi Ibu Kota Indonesia. Kota Malang telah mempunjai universiteit jang hampir Iengkap jang karena agressie Belanda kesatu telah lenjap. Ini berarti bahwa kota kita ini mempunjai sjarat untuk paling sedikit mempunjai satu faculteit.

Meskipun kewadjiban ini banjak dan berat sekali, lebih2 keuangan negara agak sukar, akan tetapi dengan kesanggupan, kebidjaksanaannja, pandangannja jang djauh dan luas, dengan kesutjian hati dan berkah Tiuan, para pengemudi dan parapekerdja kota kita, akan dapat melaksanakan tjita2 kita itu; tentu sadja ini berarti bahwa para penduduknja djuga insjaf akan kewadjibannja sebagai bangsa jang merdeka, bernegara hukum. Saja pertjaja bahwa djiwa jang merdeka itu dengan keinsjafan dan kesadarannja bernegara, akan memberikan bantuannja dilapangan apapun djuga, akan taat, dan berdisiplin terhadap peraturan2 jang telah ditetapkan sendiri ; akan turut bekerdja tidak untuk diri sendiri atau golongan sendiri sadja, akan tetapi terutama djuga untuk kotanja dan kepentingan bersama.

Sdr. Dr. SOERODJO:
(Dokter partikelir di Malang).

Leave a Reply