Dinas-dinas penting selama 40 tahun: Pendjagaan Kesehatan

Mei 30th, 2007 by Pustakawan | 0

Empat puluh tahun jang lalu dikota Malang hanja terdapat 1 rumah sakit tentara dan sebuah rumah sakit Pemerintah serta 2 rumah sakit partikelir jang ketjil. Dalam tahun 1929 orang merundingkan akan mendiriikan sebuah rumah sakit Haminte seperti di Bandung, tetapi achirnja rentjana ini digagalkan dan Haminte berpendirian lebih baik memberii subsidi sadja kepada rumah sakit partikelir jang telah ada. Djuga Haminte tidak suka mengusahakan poliklinik dan subsidi diberikan kepada badan2 partikelir jang mengurusnja. Dewasa ini dikota Malang terdapat 8 buah rumah sakit negeri, tentara dan partikelir jaitu 1.”R.S.U. Tjelaket”. (600 tempat tidur), 2. “Tiong Hoa Je Sia” (104 tempat tidur), 3. “Sawahan” (200 tempat tidur), 4. “Rumah Sakit Sukun” (35 tempat tidur), 5. “K]inik Mardi Walujo” (35 termpat tidur), 6. “Klinik Lavalette” (40 tempat tidur), 7. “Klinik Dr. Soerodjo” (32 tempat tidur), 8. “Balai Kesehatan Muhammadijah” (10 tempat tidur).

Djawatan Kesehatan Kota Besar Malang senantiasa meluaskan sajapnja untuk rnempertinggi kesehatan rakjat. Djawatan ini terdiri atas: Dinas Kesehatan Sekolahan/ Kampung2/Propaganda/Penerangan, Dinas Pemberantasan Penjakit Malaria, Dinas Pertolongan Kebidanan, Dinas Pemeriksaan orang mati, Dinas Po1iklinik jang terdiri dari
a. Poliklinik gigi untuk anak2 sekolah rakjat;
b. Poliklinik untuk pegawai2 negeri ~ otonoom jang berhak;
c. Poliklinik Glintung;
d. Poliklinik Kedungkandang;
e. Poliklinik penjakit kotor.

Tugas2 Dinas Kesehatan Kota Malang ialah, melakukan pengawasan dan penjelidikan atas keadaan kesehatan rakjat.

Disamping itu bcrusaha memperbaiki keadaan kesehatan rakjat. Djuga membantu mentjegah dan memberantas penjakit menular dan penjakit rakjat. Guna keperluan ini perlu diselenggarakan berbagai statistik kesehatan.

Pula ikut mengawasi berlakunja peraturan2 jang mengenai kepentingan kesehatan
rakjat.

Usaha2 dilapangan kesehatan senantiatiasa bersangkut-paut dengan usaha2 untuk memperbaiki keadaan kehidupan sosial dan ekonomi dari pada masjarakat, umpamanja pcrumahan, makanan, kemiskinan dan kurang pengetahuan tentang prinsip hygiene jang penting2. Mempertinggi nilai kesehatan rakjat tidak dapat hanja diselenggarakan oleh pemerintah sadja, akan tetapi penduduk sendiri harus turut serta untuk mentjiptakannja. Lebih tepat kalau dikatakan rakjat berkewadjiban mempertinggi nilai kesehatannja sedang Dinas Kesehatan memberi djalan, memberi petundjuk untuk dengan mudah mentjapainja.

Pengertian tentang ilmu kesehatan belum merata diantara rakjat, dan apakah jang harus dikerdjakan djika pengetahuan kurang adanja. Dinas Kesehatan selalu berusaha mengadakan penerangan kepada rakjat, akan tetapi sambutan belum memuaskan. Bahwa Dinas Kesehatan berhubung dengan kekurangan para achli (bidan, djururawat, dokter dan seterusnja) tidak dapat akan memperbaiki nilai kesehatan rakjat, djika rakjat sendiri tidak turut serta dapat mengerti, sebab untuk mentjapai tudjuan ini banjaklah kewadjiban-kewadjiban dari rakjat jang harus dikerdjakannja. Maka untuk menjelenggarakan tjita2 ini, seluruhnja organisasi dan rakjat diharap akan turut berusaha mewudjudkannja.

Tiap masjarakat, djadi djuga masjarakat Indonesia senantiasa menghadapi lima djenis musuh jang mengantjam keamanan. Musuh itu ialah : Kemiskinan, penjakit, kebodohan (kurang pengertian), perumahan dan makanan jang tidak sehat dan tidak adanja pekerdjaan tetap.

Kelima matjam lawan ini ada hubungannja satu sama lain, antara mereka ada kerdja sama jang harus diperhitungkan dalam siasat melawan mereka. Kalau sudah dibasmi musuh2 ini, akan tertjapai masjarakat jang aman dan makmur.
Djadi adala kewadjiban pemerintah untuk memeranginja.

Your Ad Here

Leave a Reply