Dinas-dinas penting selama 40 tahun: Pembersihan Kota/Kuburan umum

Mei 30th, 2007 by Pustakawan | 0

Dalam surat American Consulate Surabaja tertanggal 16 Nopember 1953 antara lain mengenai kundjungan Duta Besar Amerika kekota Malang pada tanggal 14 Nopember 1953 ditulis “The Ambassador greatly enjoyed meeting and talking with you and the members of your staff. He was impressed by the climate and attractiveness of Malang and felt particularly that the cleanliness of the city was a credit to you and the other officers of the municipal administration”.

Jang dalam bahasa Indonesianja berbunji sebagai berikut:

“Duta Besar kami merasa sangat gembira telah bertemu dan berbitjara dengan Saudara dan anggauta2 dari dinas Saudara. Beliau terharu oleh iklim dan ketjantikan kota Malang serta istimewa merasa bahwa kebersihan kota adalah disebabkan usaha Saudara dan pegawai2 lainnja”.

Demikianlah pendapat banjak tamu2 dari luar kota jang mengundjungi kota Malang. Mereka sangat kagum melihat kebersihan kota. Alat2 pembersihan jang tersedia ialah 6 buah truck, 6 buah tjikar, 69 buah gledegan, 1 buah latrinepomp. Dalam tahun 1915 kurang lebih ada 96.864 M3 sampah jang dibuang. Djalan raya jang pandjangnja kurang lebih 100 Km dikerdjakan oleh 107 orang pekerdja. Kampung jang luasnja kurang lebih 1008 HA dikerdjakan oleh 65 orang pekerdja, sedangkan got jang pandjangnja kurang lebih 60 km dibersihkan oleh 33 orang pekerdja.

Tempat pembuangan sampah ada dua jaitu di Gadang dan di Bareng.

Pekerdjaan pembersihan kota ini sangat penting artinja karena berhubung rapat sekali dengan tingginja kesehatan rakjat. Pemerintah kota Malang merasakan tjukup dapat penghargaan tentang kebersihan kota baik dari penduduk ataupun dari tamu2 luar kota.

Kuburan umum mempunjai 2 bagian, jaitu bagi jang beragama Islam dan jang beragama Kristen. Bagi jang pertama tersedia kuburan Samaan, Kasin, Sukun, Tandjung, Sukoredjo, Bunulredjo, Mergosono, Sanan Sari. Dan bagi golongan jang kedua tersedia kuburan Kristen di Sukun. Dalam pertengahan tahun 1951, Taman Bahagia dengan resmi telah diserahkan kepada Djawatan Pemakaman Pahlawan Tentara. Kuburan Tionghoa sampai sekarang masih belum ada hubungan dengan dinas kuburan. Konsep perdjandjian dengan Sien Bien Ing telah diadjukan, tetapi hingga sekarang masih belum ada keterangannja.

Your Ad Here

Leave a Reply