Berkat bantuan moreel seluruh lapisan rakjat, Kota Besar Malang berdjalan tetap menurut rentjana
Semula dapat dirasakan, seolah-o1ah banggalah seorang duduk dikursi pemerintahan jang umumnja disebut sebagai wakil rakjat beserta uang kehormatannja jang diterima tiap2 bulan, dan ditambah pula tempo2 bisa naik mobil. Tetapi lama kelamaan orang tahu akan kewadjiban2 jang terletak padanja selaku anggauta D.P.D. Selandjutnja apa dan bagaimana orang harus mendjalankan pertanggungan djawabnja.
Selagi memenuhi undangan jang diterima oleb Kotapradja (D.P.D.) untuk mengundjungi rapat2 jg. diadakan oleh badan2/organisasi2/instansi2, sekalipun sudah dibagi-bagi antara 6 anggauta, rasanja toch bisa dibilang, jg. tugas itu harus dilaksanakan tidak mengenal hari Minggu (libur) atau malam disamping sidang2 D.P.D. (D.P.R.) sendiri jang telah ditetapkan pada hari2 tertentu. Dalam sidang sendiri inilah anggauta2 harus memutar otak berusaha berdebat mempertahankan pendirian masing2 untuk menjelesaikan soal2, putusan-putusan dan menjarankan pula pendapat/usul baru begitu rupa pada tiap2 rapat hingga putusan2 belum selesai dikerdjakan, datang pula tugas2 baru harus diterima dan mesti pula dibereskan.
Kalau kita berhadapan dengan teori2 jang bisa lalu dipraktekkan, tidaklah kiranja perlu dibitjarakan lagi. Tetapi kalau timbul beberapa keputusan2 jang sukar sekali didjalankan bahkan ada antaranja tempo2 jang keputusan itu tidak dapat terselenggara. Bagaimana anggauta harus berfikir dan berbuat ? Ja Saudara2. Waktu itu kita baru sadja terlepas dan belenggu djadjahan sekian abad lamanja. Baru sadja negara kita diproklamirkan kemerdekaannja keseluruh pelosok dunia dan baru sadja pula memegang pimpinan/pemerintahan sendiri. Djadi untuk mempertahankan amannja kemerdekaan jang baru kita miliki, sedang bekas pendjadjah masih berusaha keras akan kembali kesini dengan tipu muslihatnja jang terkenal itu, seluruh rakjat tua-muda, laki, perempuan, tidak pandang pangkat rendah-tinggi, kesemuanja berdjoang diposnja masing2 begitu rupa, hingga pemerintahan kerap kali terasa seperti berdjalan dengan sambil lalu sadja.
Untunglah itu waktu bahkan hingga kini Saudara Sardjono sebagai Walikotanja merangkap ketua D.P.D. (D.P.R.) jang di sampingi oleh Saudara Soediono beserta kawan2nja jang kenjang sudah tentang pengalaman2 dalam mengemudikan Kotapradja Malang dari masa sebelum perang. Djadi semua kesulitan2 jang bagaimanapun memuntjaknja, berkat kebidjaksanaan Saudara2 tersebut masih bisa diatasi, sekalipun belum memuaskan.
Berkat bantuan moreel seluruh lapisan rakjat, kota Malang, beserta kebidjaksanaan pimpinan dan jang dipimpin, disamping kesulitan2 jang dialami, Kotapradja berdjalan tetap menurut rentjana. Adapun kemadjuan2 jang didapat, Saudara2 dapat membuktikan sendiri adanja kota ini djika dibandingkan dahulu dan sekarang. Silahkan Saudara2 berkeliling kota sebentar.
Sdr. D. ARDJOPRAWIRO:
(Bekas anggauta B.P.R. dan B.E. Malang).


Leave a Reply