Dinas-dinas penting selama 40 tahun: Dinas Pasar
Disamping kebutuhan akan air maka pasar menduduki tempat jang penting dalam kehidupan masjarakat kota. Sewaktu Gemeenteraad mulai berdiri, oleh Gewes Pasuruan sudah dikandung maksud untuk mendirikan pasar jang baru dan untuk ini dipilih tempat sekarang disebut djalan Tumapel, di sebelah kiri dipinggir kali Brantas. Tanah2 disitu waktu itu sebagian besar masih terdiri dari sawah dan Raad sudah membeli hak tanah dari penduduk dengari harga sampai f. 9.000.~. Meskipun tanah itu sudah dibeli tetapi belakangan timbul pendapat, bahwa tidak sesuai apabila pasar ditempatkan disitu.
Di Petjinan waktu itu sudah ada pasar tetapi masih merupakan pasar partikelir jang dipegang oleh orang Tionghoa. Mengingat akan kepentingan mereka maka golongan Arab dan Tionghoa ingin menundjang Haminte dengan f 20.000,~ asal pembikinan pasar didjalan Tumapel diurungkan. Haminte tidak suka menerima bantuan itu dan mengharapkan pada kedua golongan bangsa itu dapat memberikan tanah2 jang perlu buat perluasan pasar dan perbaikan kampung2. Begitulah mula2nja pasar dipegang oleh Haminte. Semula ditaksir bahwa pendapatan tiap bulannja bisa mentjapai f. 2.000,~ dan betul sadja dalam tahun 1915 telah dapat dipungut f. 25.890,~ dan pada tahun 1916 mendjadi f. 56.796,~.
Tjobalah dibandingkan penerimaan pasar dalam tahun 1950 jang berdjumlah Rp. 438.844,95 tahun 1951 telah mendjadi Rp. 630.351,95 ~ dalam tahun 1952 telah meningkat mendjadi Rp. 721.361,29.
Dalam tahun 1917 disediakan uang f. 25.000,~ buat membeli los2 partikelir dan djumlah ini ditambah lagi dengan kurang 1ebih 4 djuta rupijah dalam tahun 1919 untuk pembikinan pasar Petjinan. Pasar ini selesai dalam tahun 1924.
Dalam tahun 1919 dimulai djuga membikin pasar Klodjen. Baru dalam tahun 1932 dan 1934 dimulai pendirian pasar2 ketjil di Bunulredjo, Kebalen, Oro2 Dowo, Embong Brantas dan Lowokwaru. Suatu pasar jang sangat menarik hati ialah pasar kembang di Alun2. Dewasa ini diseluruh kota Malang terdapat 23 buah pasar.
.jpg)

Leave a Reply