Strict Standards: Declaration of Walker_Page::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 584

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 584

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::start_el() should be compatible with Walker::start_el($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 584

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::end_el() should be compatible with Walker::end_el($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 584

Strict Standards: Declaration of Walker_PageDropdown::start_el() should be compatible with Walker::start_el($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 603

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 702

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 702

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::start_el() should be compatible with Walker::start_el($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 702

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::end_el() should be compatible with Walker::end_el($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 702

Strict Standards: Declaration of Walker_CategoryDropdown::start_el() should be compatible with Walker::start_el($output) in /home/endonesa/malang/wp-includes/classes.php on line 727

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class wpdb in /home/endonesa/malang/wp-includes/wp-db.php on line 58

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Object_Cache in /home/endonesa/malang/wp-includes/cache.php on line 404
Malang Studies

What's On...


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/endonesa/malang/wp-includes/post.php on line 173

Dibawah ini kami akan membentangkan rentjana perluasan kota sendiri mengenai perkembangan untuk 20 atau 30 tahun jang akan datang dari sudut tehnisnja.

Jang perlu dikemukakan disini jalah mengenai soal untuk dapat menghubungkan matjam? elemen (unsur) dalam hubungan satu dan lainnja jang dapat didjadikan bekal untuk pembuatan kota selandjutnja.

Rentjana perluasan kota ini dalam rentjana ichti
Lanjut...

Faktor GEOPOLITISCH Malang Sebagai ibu kota Negara

22 April 2008 : Pustakawan | 0

Djakarta Ibu Kota utk, penduduk 28.110.760, Malang Ibu Kota utk. Penduduk 50.277.940, Tjatjah djiwa K.D.N. tg. 1 Djanuari 1953.

Dalam artian geopolitis maka pemindahan Ibu Kota Negara dari Djakarta ke Malang itu akan mempunjai effect jang sangat besar. Boleh dikatakan bahwa peristiwa itu ibarat seorang jang berpaling muka. Hal itu perlu sekali diselidiki dengan lebih mendalam lagi. Negara kita jang karena stelsel pendjadjahan Belanda terpaksa berkiblat kebarat akan memutar mukanja kearah ……………………….dirinja sendiri. …selanjutnya » »

KEADAAN KOTA MALANG DI HARI KEMUDIAN

22 April 2008 : Pustakawan | 0

Keadaan ini dapat dibagi dalam dua bagian ialah
a) Masa peralihan ;
b) Masa sesudah peralihan ini ;

Dalam masa peralihan kita harus menindjau, adakah Malang sanggup untuk memberikan djaminan, djika kedudukan Pemerintah Agung sekarang djuga dipindahkan ke Malang. Untuk mengimbangi keadaan demikian, maka apakah jang harus kita tindakkan ? …selanjutnya » »

Faktor HISTORIS Malang Sebagai ibu kota Negara

22 April 2008 : Pustakawan | 0

Apabila kita menilik riwajat Ibu Kota Negara2 jang telah lama merdeka, maka njatalah kepada kita bahwa tempat itu adalah tempat jang sungguh beriwajat jang dapat membanggakan hasil kebudajaan bangsa2 tadi.

Demikian maka teringat akan:

  • New Delhi dengan Kila-Koma, Purana-Kila;
  • Rangon dengan Srohe-Dagon;
  • Bangkok dengan Phra-Keo, Wat-Tsjeng, Wat-Po;
  • Tokyo dengan Daibutsu-Koeil;
  • Parijs dengan Notre-Dame, Louvre dan Pantheon;
  • London dengan Westminster-Abbey, St.Paul?s Kathedraal, Tower;
  • Moskow dengan Kremlin dan Sint-Basilius; …selanjutnya » »

Faktor TECHNIS Malang Sebagai ibu kota Negara

22 April 2008 : Pustakawan | 0

Luasnja serta keadaan daerah.

Luasnja daerah jang termasuk dalam lingkungan kota Malang berdasarkan Undang2 Negara jang masih berlaku, adalah 80 Km2.

Letak kota Malang dipelembahan pegunungan setinggi 444 meter (430 m/470 m), jang merupakan sebuah ?sleuf?, dibatasi oleh gunung-gunung Kelut Kawi, Welirang dan Ardjuno disebelah Barat, Semeru, Bromo dan pegunungan Tengger disebelah Timur, sedang kedjurusan Utara dan Selatan lembah ini merupakan sebuah terusan-terbuka (corridor). Keadaan demikian memberikan kepada kota Malang iklim jang sangat baik, hawa sedjuk selalu, sedang temperatuur peralihan antara siang dan malam tiada terlalu ?menggundah?. …selanjutnya » »

Faktor STRATEGIS Malang Sebagai ibu kota Negara

21 April 2008 : Pustakawan | 0

Letak kota Malang dipelembahan pegunungan, dikurung oleh gunung maupun pegunungan2 jang sekaliannja merupakan ?natuurlijke verdedigingsgordel?, jang tak mudah digontjangkan. Dalam zaman peadjadjahan Belanda keadaan demikian sangat diperhatikan serta dipergunakan pula, bahkan Malang telah dianggapnja satu2nja kota jang letaknja sangat ?strategis?. Rentjana untuk memindahkan Legerbestuur dengan Legercommandantnja ke Malang telah dibuat, sedang telah pula ditetapkan tempat2 untuk pertahanan serta ?belangrijke strategische punten?. Dengan singkat, njata telah dikandungnja niatan untuk mendjadikan Malang sebuah kota pertahanan jang kuat. Selandjunja dalam zaman itu, Malang adalah ?garnizoensstad? dengan Divisi-Knil jang terbesar (Commandant Ilgen). …selanjutnya » »